KATAMEDIA, SAMARINDA – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Samarinda selama hampir sepekan terakhir menuai keluhan dari masyarakat.
Pasalnya, gangguan pasokan listrik menghambat aktivitas rumah tangga, bahkan berdampak terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan usahanya.
Menanggapi hal tersebut, anggota komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim mengungkapkan pemadaman bergilir yang terjadi di Samarinda berkaitan dengan persoalan pasokan energi yang terjadi secara nasional.
Dirinya menilai keterbatasan suplai batu bara ke pembangkit listrik PLN menyebabkan kapasitas pembangkit menurun sehingga dilakukan pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.
“Kami melihat informasi sebelumnya bahwa pemadaman bergilir juga terjadi di sejumlah daerah di Pulau Jawa akibat pasokan batu bara ke PLN yang tidak mencukupi kebutuhan. Kondisi serupa turut berdampak pada daerah lain, termasuk Samarinda,” Ungkap Abdul Rohim. Rabu (1/7/2026).
Lebih lanjut, Rohim sapaan karibnya menyebutkan berkurangnya pasokan batu bara membuat kemampuan pembangkit listrik menurun, sementara kebutuhan listrik masyarakat tetap tinggi.
Akibatnya, PLN harus melakukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.
Di sisi lain, Rohim menjelaskan pemerintah daerah memiliki kewenangan yang terbatas dalam menyelesaikan persoalan teknis kelistrikan.
Namun demikian, menurutnya masih ada langkah yang dapat dilakukan, yakni memastikan informasi mengenai jadwal pemadaman tersampaikan kepada masyarakat secara lebih cepat dan luas melalui berbagai saluran komunikasi.
“Kalau memang harus dilakukan pemadaman, masyarakat harus mendapatkan informasi secara masif. Minimal dua hingga tiga hari sebelumnya sudah diumumkan wilayah yang terdampak, waktu dimulai, serta durasi pemadaman,” Jelas Rohim.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahatera (PKS) itu berharap pemerintah pusat bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PLN segera menyelesaikan persoalan pasokan energi tersebut agar layanan kelistrikan kembali normal.
“Kami berharap persoalan suplai batu bara segera diselesaikan sehingga pasokan listrik kembali stabil. Sebab, kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat maupun dunia usaha,” Pungkas Rohim. (ADV)









