Abdul Rohim Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dan Daur Ulang

ktmd - katamedia.co
Kamis, 2 Jul 2026 09:32 WITA
Insinerator pengolahan sampah di kota Samarinda/doc
Insinerator pengolahan sampah di kota Samarinda/doc

KATAMEDIA, SAMARINDA – Persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sejak dari lingkungan rumah tangga.

Untuk itu, anggota komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim mendorong penerapan pengelolaan sampah berbasis daur ulang yang dimulai dari sumbernya sebagai langkah jangka panjang untuk menekan volume sampah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, melainkan harus tercermin dalam kebiasaan sehari-hari, salah satunya dengan memilah sampah sejak dari rumah.

Baca juga  Bupati Kukar Dorong TPID Tingkatkan Upaya Stabilisasi Harga Bahan Pokok Menjelang Idul Fitri

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab setiap orang. Jika budaya memilah dan mengelola sampah dimulai dari rumah tangga, manfaatnya akan dirasakan tidak hanya hari ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang,” Ungkap Rohim sapaan karibnya. Kamis (2/7/2026).

Kendati demikian, Rohim mengapresiasi keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan fasilitas insinerator yang telah dibangun di Samarinda.

Baca juga  Inisiatif Dinkes Kukar Tingkatkan Akreditasi Faskes untuk Layanan Kesehatan Berkualitas

Dirinya menilai, kedua fasilitas tersebut saling melengkapi dalam sistem pengelolaan sampah, di mana sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dipilah dan didaur ulang terlebih dahulu, sedangkan residu yang tidak dapat dimanfaatkan diproses menggunakan insinerator sebelum dibuang ke TPA.

“Dengan mekanisme ini, volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat ditekan secara bertahap,” Ucap Rohim.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menekankan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa perubahan perilaku masyarakat.

Baca juga  Joha Fajal Minta Pemkot Optimalkan Wisata Sungai dan Perbukitan di Samarinda

Rohim pun mendorong agar budaya memilah sampah dikembangkan mulai dari tingkat rumah tangga, kemudian diperluas ke lingkungan RT dan RW.

“Prinsip pengelolaan sampah bukan sekadar membuang atau memusnahkan, melainkan bagaimana sampah dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali. Ketika masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah, selain lingkungan menjadi lebih bersih, sampah juga dapat memberikan nilai ekonomi,” Tutup Rohim. (ADV)

Bagikan:
Berita Rekomendasi