Edit Content

Era Jospol, Pengembangan Desa Wisata Kaltim Diproyeksikan Melonjak

ktmd - katamedia.co
Selasa, 18 Nov 2025 09:33 WITA
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi.

KATAMEDIA, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menaruh harapan besar pada penguatan desa wisata sebagai salah satu pilar ekonomi daerah di era program Jaminan Sosial dan Pembangunan (Jospol).

Mulai tahun 2025, Dinas Pariwisata Kaltim menyiapkan skema kolaborasi besar-besaran yang diyakini akan mempercepat transformasi 105 desa wisata menuju status maju dan mandiri.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi mengatakan, tahun depan akan menjadi fase penting dalam pengembangan desa wisata.

Meski menghadapi pengurangan anggaran hingga Rp6 triliun, pihaknya meyakini bahwa kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan besar akan membuka peluang baru bagi pariwisata Kaltim untuk tumbuh lebih agresif.

Baca juga  Pemprov Kaltim Targetkan 9 Bangsal Pasca Panen di 7 Titik

“Ke depan, praktik kolaborasi inilah yang akan menjadi kunci. Kita sounding ke perusahaan-perusahaan agar penguatan desa wisata bisa tetap berjalan, bahkan melesat,” ujarnya.

Jika rencana ini berjalan optimal, seluruh kabupaten/kota di Kaltim akan memiliki mitra perusahaan yang ikut berperan dalam pembangunan destinasi.

Model seperti ini diharapkan menciptakan pengembangan yang berkelanjutan dan tidak bergantung penuh pada APBD.

Pemetaan kolaborasi yang disiapkan adalah sebagai berikut:

  • Samarinda → Bank Indonesia
  • Balikpapan → PLN Nusantara
  • PPU → BI Balikpapan
  • Paser → PT Kideco
  • Kukar → PT Indominco
  • Kutai Barat → PT Bayan Group
  • Mahakam Ulu → Bank Kaltim
  • Kutim → PT Indexim
  • Bontang → Pupuk Kaltim
  • Berau → Berau Coal
Baca juga  Ananda Emira Moeis Sebut Rekomendasi LKPJ Harus Jadi Kompas Kebijakan 2025

Menurut Kadispar Kaltim saat ini, jika kerja sama bisa berjalan sesuai proyeksi, penguatan desa wisata tak hanya mencakup destinasi, tetapi juga sektor ekonomi kreatif dan promosi pemasaran.

 

Ririn membeberkan kalau MoU yang sedang disiapkan bersama pemerintah kabupaten/kota bukan hanya desa wisata yang akan mendapat dorongan tetapi memproyeksikan ekonomi kreatif.

Bagi Ririn, proyeksi ekonomi kreatif akan menjadi kekuatan tambahan yang mendorong pendapatan masyarakat desa.

“Dalam kesepakatan nanti, pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus. Ini bagian dari program Jospol Wakil Gubernur, jadi masa depan desa wisata akan terintegrasi dengan ekraf,” kata Ririn.

Baca juga  Disdikbud Kutim Optimis Program SITISEK Mampu Turunkan Jumlah ATS

Program ini diperkirakan akan menciptakan ekosistem baru di desa wisata—mulai dari paket wisata kreatif, UMKM berbasis budaya lokal, hingga peluang investasi kecil menengah.

“Dengan kolaborasi, kita optimis ada desa wisata yang bisa naik kelas menuju mandiri. Kita aliran optimis—apa pun kondisinya, pariwisata Kaltim harus maju,” tegas Ririn.

Ririn menambahkan, jika seluruh rencana kolaborasi berjalan, desa wisata di Kaltim tidak hanya menjadi destinasi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat lokal (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).

Bagikan:
Berita Rekomendasi