KATAMEDIA, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menilai jumlah masyarakat penerima bantuan iuran BPJS kesehatan dapat menjadi salah satu indikator masih tingginya kelompok masyarakat prasejahtera di Kota Samarinda.
Menurutnya, saat ini terdapat ratusan ribu warga yang pembiayaan jaminan kesehatannya masih ditanggung pemerintah melalui berbagai program bantuan.
“Yang pembiayaan oleh kementerian sekitar 137 ribu. Yang pemerintah provinsi sekitar 49 ribu. Yang pemerintah kota sekitar 117 ribu,” kata Anhar, Selasa (26/05/2026).
Ia menjelaskan bantuan tersebut berasal dari berbagai skema, mulai dari Program Bantuan Iuran (PBI) pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah kota.
Berdasarkan perhitungan yang disampaikannya, jumlah penerima bantuan kesehatan di Samarinda diperkirakan mencapai sekitar 300 ribu jiwa.
“Kalau rasio penduduk kita sekitar 866 ribu, berarti kurang lebih 36 persen masyarakat kita berada di kisaran prasejahtera,” ujarnya.
Menurut Anhar, masyarakat penerima bantuan tersebut umumnya masuk dalam kategori ekonomi tertentu yang memang telah melalui proses pendataan pemerintah.
“Mungkin pendapatannya hanya Rp500 ribu sampai Rp1 juta per bulan. Untuk makan saja sulit, apalagi mau bayar BPJS sendiri,” katanya.
Ia menilai persoalan kesejahteraan masyarakat perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak agar pembangunan daerah juga mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Karena itu indikatornya kita masih banyak masyarakat prasejahtera,” tuturnya.
Anhar berharap berbagai program bantuan sosial maupun jaminan kesehatan tetap menjadi perhatian pemerintah sekaligus diiringi kebijakan yang mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat. (ADV)










