Bupati Kukar Imbau Waspada Kebakaran Lahan dan Pemukiman di Tengah Musim Kemarau

ktmd - katamedia.co
Senin, 12 Okt 2026 12:51 WITA
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: katamedia.co)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: katamedia.co)

KATAMEDIA, KUKAR – Berdasarkan rekapitulasi data BPBD Kaltim 5 Oktober 2026, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatatkan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terluas di Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang musim kemarau tahun 2026.

Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan tersebut, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk mengencangkan kewaspadaan, baik terhadap ancaman karhutla maupun potensi kebakaran pemukiman.

BPBD Kaltim mencatat akumulasi kejadian karhutla di Kaltim telah menyentuh 1.964 kejadian dengan total luas area terdampak mencapai 7.952,60 hektare di 10 kabupaten/kota.

Baca juga  Kukar Sambut Rencana Gaji PPPK Ditanggung APBN, Anggaran Bisa Dialihkan ke Sarpras

Dari angka tersebut, Kabupaten Kukar menjadi wilayah terdampak paling parah di Kaltim dengan total luasan karhutla mencapai 2.483,24 hektare dari 346 kejadian.

Rentetan peristiwa karhutla yang meluas di berbagai area lahan Kukar serta insiden kebakaran hebat yang menghanguskan pemukiman warga belakangan ini dinilai sebagai alarm keras bagi semua pihak.

Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa ikhtiar pencegahan harus dimulai dari unit terkecil, yakni lingkungan rumah tangga dan pemukiman, untuk meminimalkan risiko kerugian harta benda maupun korban jiwa.

Baca juga  Pemkab Kutim Genjot Strategi Baru Atasi Anak Tidak Sekolah

“Kita mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan instalasi listrik, peralatan elektronik, serta kompor dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah atau sebelum tidur,” tegas Aulia, Senin (12/10/2026).

Di tengah kondisi musim kemarau ekstrem yang melanda Kaltim, potensi pemicu kebakaran seperti kelalaian dalam pemakaian arus listrik, pembakaran sampah sembarangan, hingga aktivitas penyiapan lahan menjadi jauh lebih rentan memicu kobaran api besar.

Baca juga  Tujuh dari Sembilan Titik Kampung Nelayan Merah Putih di Kukar Mulai Berprogres

Selain menginstruksikan langkah pencegahan teknis dan kesiapsiagaan di lapangan, Bupati Kukar juga mengajak seluruh masyarakat untuk memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa agar kondisi kemarau panjang ini segera berakhir.

“Mari kita bersama-sama berdoa agar hujan segera turun menyirami wilayah kita, sehingga ancaman kemarau dan potensi bencana yang menyertainya dapat segera teratasi,” pungkasnya. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).

Bagikan:
Berita Rekomendasi