Genangan Muncul Saat Hujan Kembali Turun, Titik Rawan Banjir Samarinda Harus Dievaluasi

ktmd - katamedia.co
Sabtu, 10 Okt 2026 08:38 WITA
Anggota Komisi III DPRD Samarinda Fraksi PKS Abdul Rohim
Anggota Komisi III DPRD Samarinda Fraksi PKS Abdul Rohim

KATAMEDIA, SAMARINDA – Munculnya genangan di sejumlah kawasan Samarinda saat hujan kembali turun sekitar dua pekan lalu menjadi perhatian menjelang musim penghujan.

Pemerintah kota diminta mengevaluasi titik-titik terdampak agar penyebab genangan dapat diketahui dan segera ditangani.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda Fraksi PKS Abdul Rohim mengatakan evaluasi terhadap kejadian sebelumnya harus menjadi dasar dalam menentukan lokasi perbaikan.

Dengan demikian, penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi menyasar persoalan yang menyebabkan air melimpas ke jalan.

Baca juga  DPRD Samarinda Susun Agenda Padat untuk Agustus 2026, Bahas APBD hingga Rapat Paripurna

“Dari hasil evaluasi yang kemarin, di titik-titik banjir itu dilakukan review apakah sistem drainasenya sudah berfungsi dengan baik atau belum,” kata Rohim, di Samarinda, Sabtu (10/10/2026).

Ia menjelaskan, evaluasi perlu mencakup kondisi fisik saluran, kemiringan atau elevasi drainase, sedimentasi, hingga kemungkinan adanya sampah yang menghambat aliran air. Pemerintah juga harus memastikan saluran yang tersedia terhubung dengan baik menuju sungai.

Rohim mencontohkan persoalan konektivitas kolam retensi di kawasan Sempaja yang disebut belum memiliki saluran keluar menuju drainase di Jalan PM Noor. Kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti agar infrastruktur pengendalian banjir dapat bekerja sesuai fungsinya.

Baca juga  Pajak Reklame Samarinda Diusulkan Tak Bergantung pada Proses Izin

Menurutnya, sistem pengendalian banjir harus dilihat secara menyeluruh. Kolam retensi, drainase lingkungan, dan saluran menuju sungai tidak dapat bekerja optimal jika salah satu bagian mengalami hambatan.

Ia meminta pemerintah kota memanfaatkan kondisi yang masih relatif kering untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat musim hujan di Samarinda diprediksi mulai pada pertengahan November 2026.

Baca juga  Sri Puji Astuti Minta Pemkot Tambah Anggaran DP2KB pada APBD 2027

Rohim mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan berpotensi meningkatkan risiko genangan ketika hujan berintensitas tinggi terjadi. Karena itu, titik rawan banjir perlu menjadi prioritas dalam program pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur.

Ia berharap evaluasi yang dilakukan dapat menghasilkan langkah konkret sebelum musim hujan tiba, sehingga kejadian genangan di lokasi yang sama dapat diminimalkan. (ADV/DPRD Kota Samarinda).

Bagikan:
Berita Rekomendasi