KATAMEDIA, KUKAR – Medan gambut yang luas dan sulit dijangkau tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) untuk mengamankan wilayahnya dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Melalui Kecamatan Muara Kaman dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, pemerintah daerah berhasil membangkitkan sinergi kuat bersama pihak swasta (perusahaan) untuk menangani titik api di kawasan-kawasan rawan secara cepat dan terintegrasi.
Langkah kolaboratif ini menjadi kunci utama dalam menembus kendala geografis Muara Kaman, khususnya di desa-desa rawan seperti Puan Cepak dan Sabintulung yang didominasi hamparan lahan gambut.
Sadar bahwa jalur darat memiliki keterbatasan akses, kerja sama lintas pemangku kepentingan (stakeholders) diwujudkan secara nyata. Perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, seperti SHG dan Kencana Group, menerjunkan armada serta sarana logistik pendukung secara signifikan.
Bentuk dukungan konkrit dalam aksi tanggap darurat ini meliputi penanganan udara (water bombing), penyediaan sarana perahu ces untuk memobilisasi personel pemadam menyusuri aliran sungai menuju titik api bagian bawah.
Selain itu penyaluran BBM dan sembako dari BPBD Kukar serta perusahaan untuk menunjang kebutuhan petugas di lapangan.
Camat Muara Kaman, Nadi Baswan, mengapresiasi tinggi kontribusi dan kepedulian pihak swasta yang bahu-membahu bersama petugas pemerintah.
“Alhamdulillah, perusahaan ikut membantu secara maksimal,” ucap Nadi, Senin (12/10/2026).
Mengingat wilayah Muara Kaman terbelah oleh dua aliran sungai utama, tim gabungan menerapkan pembagian zona kerja dan mendirikan posko siaga aktif di dua titik strategis, yakni wilayah Bunga Jadi dan Tunjungan.
“Kami membagi zona penanganan, baik bagian bawah maupun atas. Dukungan armada helikopter hingga perahu ces sangat membantu petugas menjangkau lokasi-lokasi yang sulit,” ungkapnya.
Selain mengandalkan aksi pemadaman dan respons cepat di lapangan, Pemkab Kukar terus menekankan pentingnya mitigasi dari hulu. Pemerintah kecamatan gencar memberikan edukasi dan imbauan agar masyarakat bersama-sama menjaga lahan serta menghindari aktivitas pembakaran sekecil apa pun.
Kepala BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji, menegaskan bahwa kendala geografis lahan gambut membutuhkan pendekatan dan penanganan khusus yang berkesinambungan.
“Di Muara Kaman memang cukup sulit dijangkau, tetapi kami terus berupaya maksimal melakukan pemadaman bersama seluruh stakeholder,” tegas Setianto.
Melalui pola kolaborasi terpadu antara pemerintah, dunia usaha, dan kesadaran masyarakat Pemkab Kukar membuktikan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi warga dari dampak Karhutla secara berkelanjutan. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).









