Novan Syahrony Pasie Dorong Pengamanan Jembatan Mahakam dan Penguatan Layanan Kesehatan Mental

ktmd - katamedia.co
Senin, 6 Jul 2026 08:59 WITA
Ketua komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie/doc
Ketua komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie/doc

KATAMEDIA, SAMARINDA – Meningkatnya kasus dugaan bunuh diri di sejumlah ruang publik Kota Samarinda menjadi perhatian serius DPRD Kota Samarinda.
Selain mendorong penguatan pendampingan kesehatan mental, legislatif meminta pemerintah daerah segera melakukan intervensi fisik dengan memasang pagar pengaman di sejumlah jembatan yang dinilai rawan dimanfaatkan sebagai lokasi aksi bunuh diri.

Hal imi diungkapkan oleh, ketua komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. Dirinya menyampaikan Jembatan Mahakam dan Jembatan Kembar menjadi dua lokasi yang membutuhkan peningkatan aspek keselamatan.

Baca juga  DPRD Samarinda Dorong Penataan Pasar Pascakebakaran Disusun Secara Menyeluruh

Menurutnya, ketiadaan pagar pengaman di jalur pedestrian membuat kedua jembatan tersebut rentan disalahgunakan oleh warga yang sedang mengalami tekanan psikologis akibat persoalan kehidupan, seperti masalah keluarga, asmara, maupun tekanan ekonomi.

“Secara kondisi di Jembatan Mahakam itu perlu namanya ada pagar pengaman. Sehingga orang berpikir dua kali untuk melakukan tindakan bunuh diri karena tidak terfasilitasi oleh tempat yang ada,” Ungkap Novan sapaan karibnya. Senin (6/7/2026).

Selain pembenahan infrastruktur, Novan menilai upaya pencegahan juga harus dimulai dari lingkungan masyarakat. Dirinya meminta para ketua Rukun Tetangga (RT) lebih peka terhadap persoalan sosial yang muncul di wilayahnya agar potensi konflik maupun tekanan psikologis dapat dideteksi sejak dini.

Baca juga  Dorong Ekonomi Alternatif, DPRD Kaltim Fokus Kembangkan Pariwisata Berau

“Inilah perlunya edukasi dari tingkat jajaran ujung tombak di RT. Kalau melihat ada potensi awal keributan di lingkungannya, minimal bisa menetralisir hal tersebut supaya mampu mencegah perbuatan tindakan lanjutan,” Ucap Novan.

Politisi dari partai Golkar itu mengimbau masyarakat yang sedang menghadapi tekanan hidup agar tidak memendam persoalan sendirian dan mencari dukungan dari keluarga maupun lingkungan terdekat.

Baca juga  DPRD Samarinda Sebut Data Penerima Bantuan BPJS Jadi Gambaran Masih Banyak Warga Prasejahtera

“Andai kata ada permasalahan, paling tidak kita sebagai umat beragama mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Terus yang kedua, perlu peran orang tua, kakak, atau saudara yang bisa menjadi jembatan, bukan yang memberi punishment. Jadi bukan hanya curhatnya melalui media sosial, tetapi melalui orang-orang yang memang dianggap bisa menenangkan perasaan batin,” Tutup Novan. (ADV)

Bagikan:
Berita Rekomendasi