KATAMEDIA, SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda lebih menaruh perhatian pada percepatan operasional Terowongan Samarinda dibanding berbagai isu yang berkembang terkait kondisi konstruksi. Hingga kini, DPRD masih menunggu kepastian kapan infrastruktur tersebut dapat dibuka dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Andriansyah, mengatakan pihaknya telah mempertanyakan jadwal pengoperasian terowongan dalam sejumlah pembahasan. Menurutnya, keberadaan terowongan tersebut sangat penting untuk mendukung konektivitas dan mengurai kemacetan di Kota Samarinda.
“Kita di dalam juga sempat menanyakan kapan mulai dibukanya. Jadi yang menjadi perhatian kita sekarang lebih kepada kapan terowongan itu bisa dioperasikan,” ujar Andriansyah kepada awak media, Jumat (12/6/2026).
Ia menegaskan, berbagai isu mengenai dugaan longsor maupun persoalan konstruksi yang beredar sejauh ini masih belum dapat dipastikan kebenarannya. DPRD sendiri belum menerima laporan maupun menemukan adanya masalah serius yang dapat menghambat fungsi terowongan.
Karena itu, Andriansyah meminta masyarakat untuk menunggu hasil pemeriksaan teknis dan keterangan resmi dari instansi terkait sebelum menyimpulkan adanya persoalan pada proyek tersebut. Menurutnya, setiap informasi harus didasarkan pada data dan hasil evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Belum tahu. Kita belum melihat. Kemarin itu hanya isu, ada yang bilang longsor dan sebagainya. Tetapi untuk masalah yang sebenarnya, kita belum melihat ada persoalan,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh proses dan persyaratan operasional harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum terowongan difungsikan. Dengan demikian, aspek keamanan dan kelayakan infrastruktur dapat dipastikan sebelum digunakan oleh masyarakat.
“Dari yang kami ketahui sejauh ini belum ada masalah yang bisa disimpulkan. Nanti tentu akan terlihat setelah seluruh proses dan persyaratan operasional terpenuhi,” pungkasnya. (ADV)









