KATAMEDIA, SAMARINDA – Keluhan warga Samarinda terhadap pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir akhirnya mendapat penjelasan resmi.
Untuk meredam keresahan masyarakat sekaligus meluruskan berbagai informasi yang beredar, pihak PLN telah mendatangi DPRD Samarinda pada Kamis (9/7/2026) kemarin.
Hal itu disampaikan langsung oleh, ketua komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra. Dirinya menyampaikan kedatangan PLN merupakan bentuk tanggung jawab kepada publik atas terganggunya pasokan listrik.
Menurutnya, PLN menjelaskan bahwa pemadaman bergilir dilakukan karena adanya gangguan teknis pada sistem kelistrikan yang mengharuskan dilaksanakannya perbaikan dan pemeliharaan agar pasokan listrik kembali normal.
“Mereka menjamin setelah ini sekitar tanggal 13 Juli ini mungkin tidak ada lagi pemadaman bergilir. Mudahan tidak meleset,” Ungkap Samri sapaan karibnya. Kamis (9/7/2026).
Lebih lanjut, Samri menyebutkan bahwa PLN juga memastikan pemadaman tidak berkaitan dengan isu yang belakangan berkembang di masyarakat.
Sebelumnya, gangguan listrik sempat dikaitkan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU periode 2018–2026 yang tengah ditangani Kortastipidkor Polri.
Spekulasi itu mencuat setelah penyidik menyebut perkara tersebut diduga berdampak terhadap terjadinya blackout di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk sebagian sistem kelistrikan di Kalimantan.
Namun, Samri menegaskan persoalan tersebut sama sekali tidak menjadi pembahasan dalam pertemuan dengan PLN. Berdasarkan penjelasan yang diterima DPRD, pemadaman bergilir murni dipicu pekerjaan pemeliharaan jaringan dan pemulihan sistem kelistrikan yang mengalami gangguan.
“Tadi kita tidak membahas itu dan tidak ada hubungannya dengan itu. Yang jelas ini murni perbaikan maintenance secara berkala cuma mungkin karena informasi yang disampaikan tidak resmi sehingga isu di luar mudah berkembang.” Tegas Samri.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap komitmen PLN untuk menuntaskan perbaikan dapat direalisasikan sesuai target sehingga pasokan listrik kembali stabil setelah pertengahan Juli.
“Mereka datang secara resmi hingga kita dapat info yang valid langsung dari sumbernya,” Tutup Samri. (ADV)









