Tekan Angka Stunting, Dinkes Kukar Pantau Anak Setiap Bulan

ktmd - katamedia.co
Kamis, 8 Okt 2026 11:35 WITA
Pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu Desa Cipari Makmur, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto: katamedia.co)
Pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu Desa Cipari Makmur, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto: katamedia.co)

KATAMEDIA, KUKAR – Angka stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih terus dipantau melalui pengukuran pertumbuhan anak setiap bulan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar mencatat prevalensi stunting pada September 2026 berada di angka 12,6 persen, turun dari 14 persen pada bulan sebelumnya.

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah mengatakan, angka tersebut belum bersifat final karena data dapat berubah seiring ditemukannya kasus baru maupun perkembangan kondisi anak yang sebelumnya telah masuk dalam pemantauan.

Baca juga  Bupati Kukar Akui Loa Janan Ulu Wilayah Rawan Banjir, Penanganan jadi Perhatian Bersama

Karena itu, Dinkes Kukar terus memantau dengan melakukan pengukuran pertumbuhan anak secara rutin setiap bulan.
“Mana misalnya yang masih waspada, masih merah, nantinya masih tinggi, itu kita intervensi. Jadi nanti di Desember baru kelihatan totalnya,” ujar Ismi, Kamis (8/10/2026).

Dari angka 12,6 persen pada September tersebut, sekitar 0,8 persen di antaranya merupakan kasus baru yang ditemukan. Sementara kasus yang telah terdata sebelumnya tetap masuk dalam pemantauan pada bulan berjalan.

Baca juga  Joha Fajal Dorong Penguatan Pangan Lokal untuk Redam Dampak Pelemahan Rupiah

Karena itu, Dinkes Kukar tidak hanya melihat perubahan angka secara keseluruhan, tetapi juga memantau kondisi masing-masing anak untuk menentukan bentuk intervensi yang diperlukan.

Pemantauan ini, kata Ismi, dilakukan melalui pengukuran pertumbuhan dan perkembangan bayi serta balita. Pemeriksaan mencakup berat badan dan tinggi atau panjang badan anak.

Pengukuran dilakukan secara rutin dan serentak, terutama melalui posyandu. Pemeriksaan juga dapat dilakukan di puskesmas ketika orang tua membawa anak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Baca juga  Pemkab Kutim Perkuat Koordinasi Menuju Kabupaten Layak Anak 2025

Ismi mengatakan pemantauan berkala diperlukan untuk melihat perubahan kondisi anak secara lebih cepat. Anak yang hasil pengukurannya masih berada dalam kondisi waspada dapat segera ditindaklanjuti melalui intervensi sesuai kebutuhannya.

Dengan pola tersebut, Dinkes Kukar masih akan terus memperbarui data stunting setiap bulan.
“Rekapitulasi kondisi secara keseluruhan nantinya akan terlihat pada akhir tahun, termasuk perkembangan angka stunting hingga Desember 2026,” pungkasnya. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).

Bagikan:
Berita Rekomendasi