KATAMEDIA, SAMARINDA – Program Beasiswa Pendidikan Gratis Kuliah Sampai Tuntas (GratisPol) terus menghadirkan perubahan nyata bagi mahasiswa Kalimantan Timur. Inisiatif Pemerintah Provinsi Kaltim ini tak hanya membuka pintu pendidikan lebih luas, tetapi juga menumbuhkan motivasi, keyakinan, dan optimisme generasi muda untuk menatap masa depan.
Salah satu penerima manfaat, Djogeh Harmana—mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Mulawarman—mengaku merasakan langsung dampak besar dari program tersebut. Baginya, GratisPol bukan hanya sekadar bantuan finansial, melainkan dorongan moral bagi anak-anak daerah untuk meningkatkan kapasitas diri demi menghadapi tantangan masa depan.
“Inilah bentuk nyata komitmen dalam memperkuat kualitas SDM Kaltim. Semoga melalui program seperti ini, kontribusi Kaltim menuju Generasi Emas 2045 dapat terlihat jelas,” ungkapnya, Jum’at (14/11/25).
Djogeh mengungkapkan bahwa dunia kerja kini semakin kompetitif. Jika dulu lulusan SMA sudah dianggap memenuhi standar, kini tuntutannya meningkat hingga harus menyelesaikan pendidikan sarjana, magister, bahkan doktor. Perubahan inilah yang membuat keberadaan program GratisPol semakin relevan dan sangat dibutuhkan, terutama bagi mereka yang memiliki semangat belajar namun terkendala biaya.
Namun, Djogeh menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keberlanjutannya. Ia berharap program strategis seperti GratisPol dapat berdiri di atas kepentingan jangka panjang, bukan dipengaruhi pergantian pemimpin.
“Untuk mencetak generasi berprestasi dari Kaltim, program semacam ini wajib dipertahankan. Jangan dibiarkan berhenti begitu saja,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya ekosistem pascawisuda yang mampu menampung dan memberdayakan para lulusan. Menurutnya, tanpa lingkungan yang mendukung—seperti forum alumni yang kuat, ruang kolaborasi, hingga peluang kerja layak—talenta muda berpotensi pergi mencari kesempatan ke luar daerah.
“Kita berharap para intelektual baru ini kembali dan berkiprah di Kaltim. Jangan biarkan brain drain terjadi hanya karena ekosistem daerah belum siap,” tandasnya.
Dengan berbagai masukan tersebut, program GratisPol kini tidak sekadar menjadi bantuan pendidikan, tetapi simbol harapan baru bagi mahasiswa Kaltim. Djogeh percaya bahwa dengan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, generasi muda Kalimantan Timur akan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan daerah.






