DPRD Samarinda Soroti Besarnya Belanja Pembangunan yang Dinilai Belum Maksimal Serap Tenaga Kerja Lokal

ktmd - katamedia.co
Senin, 8 Jun 2026 06:54 WITA
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar

KATAMEDIA, SAMARINDA – Besarnya anggaran pembangunan yang digelontorkan Pemerintah Kota Samarinda dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja lokal. Persoalan itu menjadi sorotan karena pertumbuhan ekonomi daerah dinilai belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh warga.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, mengatakan kontribusi APBD terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Samarinda berada di kisaran 8,1 persen. Menurutnya, perputaran ekonomi daerah memang terbantu melalui belanja pemerintah, namun kondisi itu belum sepenuhnya berdampak terhadap pembukaan lapangan pekerjaan.

Baca juga  Soroti Keterlambatan Penanganan Kawasan Kumuh dan Desak Percepatan Program Infrastruktur, Ismail Latisi Minta Pemkot Samarinda Segera Menindaklanjuti

“Pergerakan ekonomi kita itu ada bantuan dari APBD kita. Tapi yang menjadi pertanyaan bagi kita, mengapa masih ada pengangguran,” ujar Anhar, Senin (08/06/2026).

Ia menilai berbagai proyek pembangunan yang berjalan selama ini, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga proyek besar daerah, belum memberikan ruang yang optimal terhadap tenaga kerja lokal.

“Bangun terowongan misalnya, belanjanya ratusan miliar. Tapi tenaga kerjanya banyak dari luar, barangnya juga dari luar. Berarti uangnya banyak berputar di luar, bukan di sini,” katanya.

Baca juga  PKB Bidik Fraksi Mandiri di DPRD Samarinda pada Pemilu 2029

Menurut Anhar, kondisi tersebut membuat manfaat ekonomi pembangunan tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat Samarinda. Ia mencontohkan material bangunan yang didatangkan dari luar daerah hingga tenaga kerja yang berasal dari luar kota.

“Kalau proyek Rp400 miliar misalnya, mungkin hampir 80 persen uang itu tidak berputar di sini,” ucapnya.

Ia juga membandingkan kondisi Samarinda dengan daerah lain seperti Balikpapan yang menurutnya memiliki tingkat pendapatan masyarakat lebih tinggi.

Baca juga  DPRD Samarinda Akan Tinjau Langsung Proyek Lapak Sementara Pasar Pagi

“Balikpapan itu pendapatan pekerjanya bisa 16 sampai 17 juta per bulan. Samarinda hanya sekitar 6 sampai 7 juta,” tegasnya.

Anhar berharap pembangunan daerah ke depan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik semata, tetapi juga mampu mendorong pemerataan manfaat ekonomi melalui peningkatan serapan tenaga kerja lokal dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat daerah. (ADV)

Bagikan:
Berita Rekomendasi