Anhar Minta Pemkot Samarinda Bangun Sekolah di Kawasan Padat Penduduk Demi Atasi SPMB

ktmd - katamedia.co
Rabu, 1 Jul 2026 10:13 WITA
Anggota komisi IV DPRD Samarinda, Anhar/doc
Anggota komisi IV DPRD Samarinda, Anhar/doc

KATAMEDIA, SAMARINDA – Persoalan yang terus berulang dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Samarinda dinilai tidak akan selesai hanya dengan mengubah mekanisme seleksi.

Hal itu diungkapkan oleh anggota komisi IV DPRD Samarinda, Anhar. Menurutnya sejumlah wilayah masih mengalami kekurangan sekolah negeri sehingga calon peserta didik terpaksa mendaftar ke sekolah di luar domisilinya.

Kondisi tersebut membuat daya tampung di sekolah-sekolah tertentu menjadi tidak seimbang dan memicu persaingan yang ketat setiap tahun.

Baca juga  Andi Harun Pimpin Aksi Bersih Sungai, 12 Kubik Sampah Diangkut dari SKM

“Kalau memang di suatu wilayah sekolahnya kurang, ya bangun sekolah baru. Jangan setiap tahun masyarakat dipaksa menghadapi persoalan yang sama saat penerimaan murid baru,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Anhar menyebutkan kawasan Handil Bakti, perbatasan Rawa Makmur, Bukuan, hingga Simpang Pasir sebagai wilayah yang perlu menjadi perhatian pemerintah.

Dirinya menilai kawasan-kawasan tersebut terus berkembang dan dihuni banyak keluarga baru, tetapi belum diimbangi dengan pembangunan sekolah negeri. Akibatnya, banyak siswa harus menempuh jarak lebih jauh untuk bersekolah, yang tidak hanya mempersempit peluang diterima di sekolah tujuan, tetapi juga menambah beban biaya dan waktu bagi orang tua.

Baca juga  DPRD Samarinda Soroti Lambannya Penertiban Reklame Menunggak Pajak, Usulkan Penggunaan Teknologi Barcode

“Kalau sekolah tersedia di dekat tempat tinggal masyarakat, otomatis tidak semua orang akan berebut masuk ke sekolah yang sama. Persoalan daya tampung juga akan lebih mudah diatasi,” Ucap Anhar.

Politisi dari partai PDI Perjuangan itu berharap pembangunan sekolah baru harus menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah yang diselaraskan dengan pertumbuhan jumlah penduduk.

Baca juga  Jaga Administratif Daerah, Kecamatan Tabang Akan Bangun Gedung Record Centre

Anhar meyakini pemerataan fasilitas pendidikan akan mengurangi persoalan klasik dalam pelaksanaan SPMB karena masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sekolah yang dekat dengan tempat tinggal, sementara distribusi peserta didik menjadi lebih seimbang.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar perubahan sistem, tetapi pemerataan sekolah. Selama fasilitas pendidikan belum merata, persoalan penerimaan murid baru akan terus berulang setiap tahun,” Tutupnya. (ADV)

Bagikan:
Berita Rekomendasi