KATAMEDIA, KUKAR – Pemerintah pusat menyiapkan dukungan infrastruktur untuk penataan kawasan permukiman padat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Rencana tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat sekaligus mengurangi kawasan kumuh yang berpotensi menjadi sumber penyakit.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah meninjau sejumlah lokasi rencana penataan kawasan permukiman di Tenggarong, Jumat (6/11/2026).
Peninjauan itu merupakan tindak lanjut kunjungan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri ke kantor Kementerian PKP di Jakarta untuk menyampaikan proposal penataan kawasan perkotaan.
Fahri mengatakan, pihaknya telah melihat kesiapan lahan serta sejumlah lokasi yang direncanakan untuk diperbaiki dan ditata. Penataan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan kawasan bagi kepentingan umum sekaligus mencegah lingkungan permukiman menjadi kumuh dan tidak sehat.
“Supaya manfaatnya lebih maksimal untuk umum dan tidak menjadi kawasan kumuh, kotor, yang terkadang bisa menjadi sumber penyakit,” kata Fahri.
Pemerintah daerah telah menyampaikan sejumlah konsep beserta kebutuhan anggaran untuk mendukung rencana tersebut. Dalam pembahasan itu, ia juga mengusulkan pengembangan kawasan penunjang atau kota mini di sekitar Tenggarong untuk mengakomodasi permukiman yang memiliki tingkat kepadatan tinggi.
Fahri menilai, kawasan dengan kepadatan berlebih perlu ditata agar masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang lebih sehat. Ia menyebut, data kawasan sekitar 400 hektare dapat disiapkan untuk berbagai kebutuhan, tidak hanya terbatas pada pembangunan perumahan.
“Infrastrukturnya tentu akan dibantu oleh pemerintah pusat,” ujarnya.
Selain dukungan pemerintah, Fahri menyebut terdapat kalangan pengusaha dan pengembang yang berminat membangun serta memasarkan perumahan di kawasan tersebut. Namun, tujuan utama penataan bukan sekadar membuka kawasan hunian baru, melainkan mengurangi kepadatan dan memperbaiki kualitas lingkungan permukiman.
Ia berharap penataan kawasan dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat, terutama generasi mendatang.
“Kita tata kawasan baru yang lebih sehat sehingga generasi masa depan tumbuh di kawasan yang lebih baik dari waktu ke waktu,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, kunjungan Wamen PKP merupakan tindak lanjut proposal yang sebelumnya disampaikan langsung kepada Fahri di Jakarta. Penataan Tenggarong menjadi salah satu prioritas, terutama di kawasan Jalan Kartini dan Jalan Mayjen Panjaitan.
Aulia menyebut, Tenggarong memiliki posisi penting sebagai etalase Kabupaten Kukar sehingga penataan kawasan perkotaan perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan wajah ibu kota kabupaten.
Meski demikian, ia mengingatkan agar rencana penataan tidak dimaknai sebagai bentuk pengabaian terhadap kecamatan lain di Kukar. Menurutnya, pembangunan daerah harus tetap memperhatikan kebutuhan seluruh wilayah.
“Tenggarong ini merupakan etalase Kukar. Oleh karena itu, kita memang punya kewajiban untuk menata Tenggarong menjadi lebih baik,” kata Aulia.
Ia juga menegaskan, penataan kawasan harus dilakukan dengan pemahaman yang sama antara pemerintah dan masyarakat. Hak warga yang telah lebih dahulu bermukim di kawasan tersebut tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaannya.
“Pemahaman kita terkait penataan ini harus sama, tanpa menghilangkan hak-hak warga masyarakat yang sudah bermukim sebelumnya di daerah tersebut,” tutupnya. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).










