Edit Content
Home › ,

JSIT Kutim Gelar Parenting, Bupati Minta Orang Tua Adaptif Hadapi Tantangan Zaman

ktmd - katamedia.co
Senin, 24 Nov 2025 06:47 WITA

KATAMEDIA, Sangatta- Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Kutai Timur menggelar kegiatan parenting yang memusatkan perhatian pada penguatan peran keluarga dalam mendidik anak pada era penuh perubahan.

Acara bertajuk Menjadi Orang Tua yang Dirindukan, Mendidik dengan Cinta Tanpa Drama itu berlangsung pada Minggu, 23 November 2025, di Gedung Wanita Bukit Pelangi, Sangatta, dan diikuti para orang tua serta wali murid dari sejumlah Sekolah Islam Terpadu di daerah tersebut.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda JSIT Kutim untuk memperluas literasi pengasuhan di kalangan keluarga, terutama menghadapi tantangan pola belajar dan perilaku anak yang berkembang cepat.

Rangkaian acara dibuka dengan tilawatil quran yang menghadirkan suasana tenang dan mengarahkan peserta pada tema pengasuhan yang akan dibahas sepanjang kegiatan.

Baca juga  Subandi Harap Longsor Tak Ganggu Struktur Terowongan Rp300 Miliar

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menghadiri sekaligus meresmikan pembukaan acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menilai upaya JSIT Kutim sebagai langkah konstruktif yang mendekatkan pendidikan keluarga dengan kebutuhan zaman.

“Saya memberi penghargaan kepada JSIT atas ruang pembelajaran yang mereka hadirkan bagi para orang tua. Fondasi karakter seorang anak banyak dibentuk di rumah, sehingga kegiatan seperti ini memberikan pengaruh yang tidak kecil bagi keluarga,” ujar Ardiansyah.

Ia menekankan bahwa keluarga menjadi titik awal pembentukan generasi masa depan yang berdaya menghadapi berbagai dinamika sosial.

“Harapan saya, orang tua semakin siap mengikuti perubahan dan mampu menciptakan lingkungan rumah yang penuh kehangatan sekaligus memberi rasa aman kepada anak-anak,” katanya.

Baca juga  Skema 49 Persen: Kaltim Gandeng Swasta untuk Percepat Peningkatan SDM

Ketua JSIT Kutai Timur, Khoiruddin Harahap, menambahkan bahwa orang tua memerlukan pembaruan cara berpikir dan pengetahuan pendidikan agar dapat sejalan dengan perkembangan anak saat ini. Menurutnya, perubahan zaman tidak lagi memungkinkan pola pengasuhan diterapkan secara statis.

“Kita sebagai orang tua perlu terus memperbarui kemampuan agar bisa mendampingi anak dengan lebih tepat. Tantangan hari ini jauh lebih beragam, sehingga pola lama tidak bisa diterapkan sepenuhnya tanpa penyesuaian,” ucap Khoiruddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, termasuk Tim Penggerak PKK, yang telah membuka ruang kolaborasi sehingga kegiatan parenting tersebut bisa terselenggara.

“Kami sangat menghargai dukungan pemerintah daerah dan PKK yang memberi kesempatan bagi JSIT untuk menghadirkan acara edukatif ini. Anak-anak perlu dididik sesuai zamannya, dan itu menjadi amanah besar bagi kita semua sebagai orang tua,” ujarnya.

Baca juga  Pemerataan Akses Pendidikan Jadi Prioritas, DPRD Dukung Pembangunan Sekolah Baru di Kaltim

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para narasumber memaparkan materi secara mendalam, memancing diskusi yang membuat peserta aktif menyampaikan pengalaman maupun persoalan pengasuhan yang mereka hadapi.

Antusiasme orang tua yang memadati ruangan menandai tingginya kebutuhan masyarakat akan pendampingan dalam menjalankan peran pengasuhan.

JSIT Kutim berharap momentum ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi langkah berkelanjutan untuk menguatkan hubungan orang tua dan anak.

Melalui kegiatan semacam ini, JSIT menegaskan komitmennya mendampingi keluarga di Kutai Timur dalam membangun generasi yang tumbuh dengan karakter kuat, kepekaan emosional, dan pondasi nilai yang kokoh. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi