KATAMEDIA, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) hadir dalam ajang Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 yang digelar di Hotel Fugo, Samarinda, Rabu (21/10/2026).
Meski berpartisipasi dalam forum investasi tahunan tersebut, Pemkab Kukar membeberkan bahwa pihaknya belum bisa menawarkan proyek secara langsung kepada para investor lantaran masih dalam tahap pematangan dan persiapan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kukar, Muhammad Iriyanto, mengungkapkan bahwa kehadiran Kukar pada agenda kali ini lebih difokuskan untuk mempelajari skema penyusunan IPRO yang ideal dari daerah lain.
“Dari agenda Mahakam Investment Forum tahun 2026 ini, sebenarnya Kukar ingin berpartisipasi secara aktif menyampaikan investasi apa yang bisa ditawarkan kepada pihak luar. Namun kali ini partisipasi kita lebih untuk melihat sekaligus berdiskusi dengan kawan-kawan dari daerah lain yang sudah sukses menyampaikan IPRO-nya secara sempurna,” ungkap Iriyanto saat ditemui di lokasi acara.
Proyek Investasi Kukar Masih dalam Tahap Pemantapan
Iriyanto tidak menampik bahwa belum siapnya Pemkab Kukar melepas paket investasi kepada calon investor disebabkan oleh kendala administrasi pertanahan yang belum tuntas dibedah.
Sejumlah potensi daerah yang digagas untuk menjadi proyek IPRO seperti pengelolaan pasir kuarsa, industri rumput laut, hingga revitalisasi kawasan wisata Pulau Kumala masih memerlukan kelengkapan dokumen legalitas agar berstatus clean and clear.
“Beberapa dokumen kita masih dalam proses untuk dilengkapi,” jelasnya.
Guna mengejar ketertinggalan tersebut, Pemkab Kukar intensif menggelar serangkaian rapat koordinasi teknis untuk merapikan seluruh persyaratan skema IPRO.
Langkah persiapan matang ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar Pemkab Kukar dapat menawarkan potensi investasi daerah secara langsung kepada para investor pada pelaksanaan forum investasi berikutnya.
“Ini persiapan yang lebih matang supaya nanti tahun depan kita bisa aktif menawarkannya secara one-on-one kepada para investor seperti yang terjadi hari ini. Mudah-mudahan tidak terlalu lama sudah bisa kita siapkan IPRO yang potensial,” harap Iriyanto.
Dengan persiapan tersebut, pemerintah daerah dapat memberikan gambaran yang lebih terarah mengenai peluang investasi yang tersedia. Langkah ini juga penting untuk memastikan proyek yang ditawarkan memiliki prospek pengembangan dan manfaat bagi perekonomian masyarakat. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).










