KATAMEDIA, SAMARINDA – Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di ruang publik diharapkan membuka peluang ekonomi baru sekaligus menghidupkan aktivitas kota.
Namun, rencana penempatan pedagang di kawasan Teras Samarinda II perlu disertai perencanaan yang matang agar tidak memicu kemacetan maupun membahayakan keselamatan masyarakat.
Untuk itu, wakil ketua komisk IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar mempertimbangkan dampak lalu lintas dan keamanan sebelum merealisasikan rencana tersebut.
Menurutnya, pemberdayaan UMKM harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelancaran mobilitas kendaraan dan kenyamanan pengunjung.
“Banyak hal yang mesti dipertimbangkan. Kan dekat dengan jalan, memungkinkan tidak lokasinya? Apa nanti di situ akan menambah kemacetan? Nanti berbahaya segala macam,” Ungkap Puji sapaan karibnya. Sabtu (17/10/2026).
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda menyiapkan 14 tenan bagi pelaku UMKM di kawasan Teras Samarinda II, khususnya di area dermaga.
Penataan tersebut dirancang menggunakan konsep branding seragam melalui kerja sama dengan Bank Mandiri. Meski rencana penyediaan lapak telah disiapkan, penetapan pelaku usaha yang akan menempatinya masih menunggu keputusan resmi Wali Kota Samarinda.
Puji menyambut baik upaya pemerintah membuka ruang usaha bagi UMKM lokal. Namun, ia menilai pemilihan lokasi berjualan tidak boleh hanya berorientasi pada potensi transaksi ekonomi.
“Penataan kawasan publik harus memperhitungkan kondisi di lapangan. Jangan sampai tujuan memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM justru menimbulkan persoalan baru bagi pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya,” Jelasnya.
Menurutnya, posisi Teras Samarinda II yang berdekatan dengan jalur kendaraan membuat potensi peningkatan kunjungan perlu diantisipasi sejak awal.
Aktivitas perdagangan yang menarik lebih banyak pengunjung dapat meningkatkan pergerakan kendaraan, terutama apabila tidak didukung pengaturan akses dan fasilitas yang memadai.
Politisi dari partai Demokrat itu berharap pengembangan Teras Samarinda II tetap mampu mendukung pertumbuhan UMKM tanpa mengurangi fungsi kawasan sebagai ruang publik.
Puji menambahkan dengan perencanaan yang terukur, penyediaan 14 tenan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal sekaligus menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan pengunjung. (ADV/DPRD Kota Samarinda).









