Pemprov Kaltim Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Seno Aji Tekankan Pengawasan dan Akselerasi Layanan

ktmd - katamedia.co
Sabtu, 22 Nov 2025 06:57 WITA
Wakil Gubernur Kaltim, Ir.H.Seno Aji saat mempresentasikan realisasi program MBG
Wakil Gubernur Kaltim, Ir.H.Seno Aji saat mempresentasikan realisasi program MBG

KATAMEDIA, SAMARINDA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan menjadi salah satu pilar utama dalam agenda besar kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur pada tahun berjalan.

Wakil Gubernur Kaltim, Ir. H. Seno Aji, menegaskan bahwa keberhasilan MBG bukan hanya bergantung pada distribusi bahan pangan, tetapi juga pada keterlibatan seluruh elemen pemerintah daerah dalam memastikan kualitas dan ketepatan sasaran pelayanan.

Menurut Seno Aji, MBG merupakan bagian integral dari 7 program besar Gratispol yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kaltim, yaitu:

1. Pendidikan Gratispol Generasi Emas
2. Gratis Biaya Berobat dan Layanan Kesehatan
3. Gratis Program Hidup Sehat Stunting (PESUT)
4. Makan Bergizi Gratis
5. Pelatihan Keterampilan Kerja
6. Program Bantuan Perumahan
7. Transportasi Umum Gratis

Baca juga  Peningkatan Pendidikan Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan di Desa Embalut

“Program ini bukan berdiri sendiri. MBG adalah fondasi penting untuk menurunkan stunting dan meningkatkan kualitas generasi muda kita. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton. Semua pihak harus turun tangan,” ujar Seno Aji dalam arahannya.

Ia menyoroti kondisi Kaltim yang ironis: sebagai provinsi kaya, angka stunting tetap berada di atas 9 persen. Menurutnya, situasi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah agar mempercepat implementasi MBG secara terstruktur dan menyeluruh, terutama di wilayah yang aksesnya terbatas.

Dari total 367 dapur MBG yang direncanakan, Kota Samarinda diperkirakan menjadi daerah dengan jumlah dapur terbanyak. Saat ini, 30 dapur sudah beroperasi dan 33 telah terdaftar.

Baca juga  DPRD Kaltim Dorong Otonomi Fiskal dalam Pengelolaan Sumber Daya Lokal

Kabupaten/kota lain seperti Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Kutai Barat juga menunjukkan perkembangan positif, sementara Mahakam Ulu masih membutuhkan dukungan lebih intensif karena termasuk wilayah 3T dengan tantangan logistik serta disparitas harga bahan pangan.

Seno menyebut bahwa Pemprov Kaltim akan mengusulkan peninjauan ulang skema pendistribusian pangan kepada Badan Pangan Nasional (BPN), khususnya untuk daerah terpencil. Menurutnya, insentif tambahan diperlukan agar biaya operasional di wilayah 3T tidak menghambat pelaksanaan MBG.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung keberhasilan Layanan Kebersihan dan Bahan Konsumsi (LKBK) yang berjalan tanpa gangguan berarti, meski sempat ada kasus makanan basi yang tidak sampai menyebabkan keracunan.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Pengawasan tidak boleh kendor,” tegasnya.

Baca juga  Pemkab Kukar Investasikan Rp6 Miliar untuk Infrastruktur Pasca Panen

Selain MBG, Pemprov Kaltim diprediksi akan memperkuat program Sekolah Rakyat dan sekolah unggulan sebagai bagian dari strategi besar peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tiga Sekolah Rakyat telah berdiri dan dua sekolah lagi direncanakan dibangun di Samarinda.

Sementara itu, tiga sekolah unggulan—di Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur—akan menjadi pusat pembinaan generasi muda berbakat dari berbagai latar belakang.

Dengan penguatan MBG dan integrasi tujuh program Gratispol lainnya, Seno optimistis Kaltim dapat mengejar target besar pemerintah daerah: pemerataan layanan dasar, peningkatan kualitas hidup masyarakat, dan mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan tangguh (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).

Bagikan:
Berita Rekomendasi