KATAMEDIA, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menguatkan langkah untuk menjadikan kegiatan akademik internasional sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas SDM daerah.
Tekad tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji, saat membuka The 1st Accounting and Management International Conference (AMICO) serta The 1st International Conference on Civil Engineering, Architecture and Urban Planning (ICCA-UP) di Swiss-Belhotel Samarinda.
Di hadapan peserta konferensi, Seno Aji menyebut kehadiran para pakar dan akademisi mancanegara sebagai peluang yang jarang didapat mahasiswa Kaltim. Menurutnya, forum seperti ini merupakan ruang belajar efektif untuk memahami perkembangan riset mutakhir dari berbagai disiplin ilmu.
“Pertemuan ilmiah semacam ini semakin memperluas cakrawala mahasiswa. Mereka bukan hanya belajar teori, tapi juga melihat langsung bagaimana standar global berkembang,” ujar Seno.
Ia menegaskan bahwa Kaltim sedang berada pada fase penting, terutama karena keterkaitan langsung dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan SDM yang menguasai ilmu modern menjadi semakin mendesak. Mulai dari arsitektur berkelanjutan, teknik sipil berbasis teknologi, hingga tata kota yang responsif dan adaptif.
“Pembangunan IKN membuat kita harus selangkah lebih maju. Mahasiswa perlu wawasan baru, dan konferensi ini menjadi pintu masuknya,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Seno Aji turut menekankan hubungan erat antara pelaksanaan forum internasional dan Program Gratispol—program pendidikan unggulan Pemprov Kaltim yang memberikan pembiayaan penuh dari SMA/SMK hingga jenjang S3.
Ia menilai Gratispol bukan hanya soal beasiswa kuliah, tetapi juga alat untuk membuka akses mahasiswa terhadap kegiatan akademik berlevel dunia.
“Kalau kita ingin mahasiswa Kaltim benar-benar kompetitif, mereka harus punya kesempatan mengikuti konferensi internasional tanpa terhalang biaya. Di sinilah Gratispol berperan,” kata Seno.
Pemerintah Provinsi Kaltim, lanjutnya, akan terus mendukung agar kegiatan serupa dapat digelar secara berkala dan melibatkan perguruan tinggi lebih luas di seluruh kabupaten/kota. Ia meyakini semakin sering mahasiswa berinteraksi dengan komunitas akademik global, semakin besar peluang mereka untuk mengembangkan inovasi.
“Kita ingin lahir generasi yang cerdas, terbuka, dan siap memimpin pembangunan daerah, termasuk kontribusi mereka di IKN. Karena itu, agenda seperti ini perlu diperbanyak,” tegasnya.
Seno berharap ilmu yang dibawa para narasumber internasional dapat benar-benar dimanfaatkan para peserta, bukan hanya sebagai referensi, tetapi menjadi dasar praktik ketika mereka terjun ke dunia kerja.
Meningkatnya penyelenggaraan forum ilmiah internasional di Kaltim serta dukungan pendidikan melalui Gratispol, Pemprov optimistis bahwa SDM muda Kaltim akan semakin siap menghadapi persaingan global dan dinamika pembangunan yang cepat (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).






