Edit Content

Kaltim Siapkan 12.000 Hektare Cetak Sawah Baru pada 2026, Optimalisasi Lahan Berat Dimulai

ktmd - katamedia.co
Senin, 1 Des 2025 07:09 WITA
Gambar Sawah, (istimewa).
Gambar Sawah, (istimewa).

KATAMEDIA, SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Ir H Seno Aji, menegaskan bahwa program perluasan area persawahan di Kaltim akan jauh lebih besar pada tahun anggaran Murni 2026.

Pemerintah Provinsi Kaltim bersama Kementerian Pertanian tengah menyiapkan total 12.000 hektare lahan baru untuk dicetak menjadi sawah, melanjutkan program tahun 2025 yang realisasinya belum maksimal.

Seno Aji menjelaskan, pada tahun berjalan ini sejatinya telah tersedia 1.800 hektare lahan yang siap digarap. Namun, realisasi hanya dapat dilakukan terhadap sekitar 1.000 hektare, lantaran 800 hektare lainnya masih terhambat regulasi.

Terhambatnya regulasi itu terutama terkait penyesuaian Peraturan Daerah (Perda) di kabupaten masing-masing. Salah satu daerah yang masih terkendala disebut berada di wilayah Mahakam Ulu.

Baca juga  Disdikbud Kutim Siapkan Kurikulum Pendamping untuk Sejarah Islam

“Tahun ini harusnya 1.800 hektare bisa dikerjakan, tetapi maksimal hanya 1.000 hektare yang terserap. Sisanya terkendala Perda. Untuk Mahulu, bahkan 200 hektare yang direncanakan tahun ini terpaksa ditunda hingga 2028 karena DED-nya belum siap,” ujar Seno Aji.

Melihat kondisi tersebut, Pemprov Kaltim memilih untuk menggeser sebagian kegiatan ke tahun anggaran 2026, ketika dukungan dari kementerian sudah dipastikan lebih besar.

Kementerian Pertanian disebut telah menyiapkan anggaran untuk 12.000 hektare, dengan alokasi dana Rp30 juta per hektare. Dana ini akan disalurkan langsung ke dinas pertanian di daerah.

“Insyaallah dalam anggaran murni 2026, anggaran dari kementerian sekitar 12.000 hektare bisa kita serap seluruhnya untuk Kaltim. Kita akan segera rapat dengan kementerian untuk memastikan semuanya masuk ke Kaltim,” tegasnya.

Baca juga  Agus Aras Apresiasi Raihan WTP Pemprov Kaltim, Minta Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Dalam 60 Hari

Program cetak sawah tahun 2026 direncanakan tersebar di enam daerah, yaitu Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Paser, Berau, Kutai Timur, dan Kutai Barat.

Enam lokasi itu diprioritaskan karena masih memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan relatif siap dari sisi dokumen perencanaan.

Seno Aji juga menjelaskan bahwa Kaltim sejatinya memiliki 54.000 hektare lahan baku sawah. Namun, lahan yang saat ini benar-benar aktif dan ditanami hanya sekitar 33.000 hektare. Artinya, masih terdapat puluhan ribu hektare lahan tidur yang belum pernah digarap.

Baca juga  2026, Kaltim Siapkan Kenaikan Insentif Guru Honorer Hingga Rp1 Juta

Lahan-lahan inilah yang dikategorikan sebagai lahan berat, yaitu lahan yang lama tidak diolah dan membutuhkan biaya lebih besar untuk kembali produktif.

“Nah, ini yang sedang kita optimalkan. Lahan berat membutuhkan perlakuan khusus karena sudah lama tidak ditanami,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pembiayaan untuk lahan berat dan lahan ringan akan berbeda, sehingga penganggaran perlu lebih matang dan bertahap.

Dengan dukungan penuh pemerintah pusat serta komitmen pemerintah daerah, Kaltim menargetkan peningkatan drastis produktivitas padi dalam beberapa tahun ke depan.

Program cetak sawah 12.000 hektare di 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor pangan daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari wilayah Kalimantan Timur (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).

Bagikan:
Berita Rekomendasi