KATAMEDIA, SAMARINDA – Pertumbuhan jumlah kendaraan di Kota Samarinda mulai meningkatkan tekanan terhadap kapasitas jalan. Untuk mengantisipasi kemacetan yang semakin meluas,
Untuk itu, Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Achmad Sukamto mendorong pemerintah daerah mempercepat pembangunan jalan alternatif dan jalur penghubung antarkawasan sebagai solusi jangka panjang.
Menurutnya, pembangunan jalan pendekat perlu menjadi prioritas, di antaranya Jalan Ring Road 2 serta jalur penghubung Jembatan Mahkota II dengan Bandara APT Pranoto.
“Persoalan ini memang belum bisa dijalankan secara maksimal dikarenakan persoalan anggaran yang terbatas. Tapi saya kira kalau anggaran sudah kembali stabil, pembangunan jalan pendekat itu bisa dijalankan lagi,” Ungkap Sukamto sapaan karibnya. Selasa (13/10/2026).
Lebih lanjut, Sukamto menyebutkan pembangunan jalan alternatif membutuhkan perencanaan dan pendanaan yang berkelanjutan.
Meski kondisi anggaran masih menjadi kendala, ia berharap proyek-proyek tersebut dapat kembali didorong ketika kemampuan keuangan daerah lebih stabil.
Keberadaan jalur baru diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata sehingga beban lalu lintas tidak terus bertumpu pada ruas jalan utama di pusat kota.
Selain itu, Sukamto menjelaskan Samarinda sebenarnya telah memiliki pedoman pengembangan wilayah melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Samarinda.
Posisi Samarinda sebagai salah satu wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) juga dinilai membuat kebutuhan infrastruktur semakin penting, seiring potensi pertumbuhan aktivitas bisnis, pariwisata, dan permukiman.
“Urusan tata ruang ini sudah dibuatkan desain besarnya oleh pemerintah, tinggal kita dorong secara bertahap agar semua yang telah diprogram dapat direalisasikan secara bertahap, terutama pembangunan jalan-jalan pendekat di Samarinda,” Jelas Sukamto.
Untuk saat ini, politisi dari partai Golkar itu menegaskan pihaknyanmasih mendorong penambahan jalan baru dan akses alternatif sebagai upaya mengurai kemacetan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di luar pusat kota.
“Kami masih mengupayakan adanya penambahan jalan-jalan baru dan jalan alternatif, terutama untuk mengurai kemacetan. Supaya pembangunan tidak terpusat di perkotaan saja,” Tutup Sukamto. (ADV/DPRD Kota Samarinda).










