KATAMEDIA, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis keagamaan.
Melalui sinergi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar, BKPAKSI, dan Litbang AMM Yogyakarta, Pemkab Kukar menggelar Sertifikasi dan Munaqasah Akbar Perdana bagi 500 Guru Mengaji se-Kabupaten Kutai Kartanegara di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Sabtu (17/10/2026).
Langkah inovatif ini menegaskan bahwa komitmen Pemkab Kukar dalam membangun daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik dan ekonomi, tetapi juga menempatkan pembangunan karakter dan akhlak generasi muda sebagai pilar utama.
Membacakan pesan tertulis Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar sekaligus Ketua Umum LPTQ Kukar, Sunggono, menekankan pentingnya Keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual anak-anak Kukar.
Pemkab Kukar memandang guru mengaji sebagai garda terdepan penanam fondasi moral bagi para calon pemimpin, profesional, dan insan berdaya saing di masa depan.
“Ini adalah sebuah ikhtiar yang patut kita dukung bersama, karena menyangkut kualitas pendidikan, pembentukan karakter, dan masa depan generasi penerus Kutai Kartanegara,” tegas Sunggono.
Sertifikasi yang diikuti oleh ratusan pengajar dari 9 kecamatan ini diisi dengan pengujian makhraj, tajwid, hingga metode pengajaran tartil yang sistematis.
Pemkab Kukar menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan sebatas formalitas administratif, melainkan jaminan mutu pendidikan Al-Qur’an bagi masyarakat.
Sunggono berpendapat bahwa pengakuan kompetensi ini akan meningkatkan rasa percaya diri para pengajar Al-Qur’an di seluruh wilayah Kukar.
“Sertifikasi ini adalah ikhtiar untuk memastikan bahwa pendidikan Al-Qur’an diberikan oleh para pendidik yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjadi teladan,” ujarnya.
Melalui program sertifikasi perdana ini, Pemkab Kukar berkomitmen untuk terus mengawal pengembangan kompetensi para guru ngaji secara berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan mampu meratakan standar kualitas pengajaran Al-Qur’an hingga ke pelosok desa, sekaligus mewujudkan masyarakat Kukar yang religius, berbudaya, dan sejahtera.
“Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan, mengetahui hal-hal yang masih perlu diperbaiki, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalankan tugas sebagai guru mengaji,” pungkas Sunggono. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).









