KATAMEDIA, KUKAR – Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, turun langsung meninjau lokasi bencana di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, pada Minggu (18/10/2026).
Aulia menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat menangani dampak musibah kebakaran yang melanda pemukiman warga di kawasan tersebut.
Untuk memastikan seluruh bantuan darurat terdistribusi dengan baik serta merumuskan langkah antisipasi permanen agar musibah serupa tidak terulang kembali. Terlihat di lapangan bantuan logistik terus berdatangan dari berbagai pihak.
Berdasarkan data posko penanggulangan bencana setempat, musibah tersebut berdampak pada 19 Kepala Keluarga (KK) dengan total 55 jiwa, serta merusak 14 unit rumah (10 unit terbakar habis dan 4 unit terdampak).
Di lokasi kejadian, Aulia menegaskan bahwa Pemkab Kukar menghadirkan skema penanganan terpadu yang terbagi dalam tiga tahap berkesinambungan.
Untuk jangka pendek, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diinstruksikan melakukan tindakan pemulihan cepat guna menjamin kebutuhan dasar, pangan, kesehatan, dan kelancaran aktivitas harian para korban.
Langkah ini diambil agar warga terdampak dapat tetap menjalankan kehidupan sehari-hari tanpa hambatan sosial maupun ekonomi selama masa transisi.
“Pemerintah daerah hadir untuk meringankan beban korban, melihat langsung kondisi di lapangan, dan memastikan kegiatan keseharian mereka tidak terhalang melalui penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujar Aulia Rahman Basri.
Menyadari tingginya potensi kebakaran pemukiman, Pemkab Kukar menyiapkan terobosan mitigasi bencana yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari masyarakat. Aulia telah berdiskusi dan berrencana menjalin kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk memanfaatkan fasilitas pengeras suara di masjid dan langgar (musholla) sebagai sarana imbauan keselamatan.
Setiap selesai salat lima waktu, pengurus masjid dan langgar diimbau menyampaikan pesan edukasi singkat agar warga selalu mematikan kompor, memeriksa instalasi kelistrikan, serta mencabut colokan elektronik yang tidak terpakai sebelum beristirahat atau meninggalkan rumah
“Musibah ini sering kali terjadi dan kunci utamanya adalah mitigasi,” ungkapnya.
Selain mitigasi berbasis komunitas, Pemkab Kukar bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kukar juga mengevaluasi alur koordinasi agar respon pemadaman di lapangan dapat berjalan lebih cepat dan presisi di masa mendatang.
Melalui perpaduan antara penanganan cepat di lokasi, perbaikan tata pemadaman, serta ajakan kesadaran mandiri melalui rumah ibadah, Pemkab Kukar berkomitmen penuh memberikan perlindungan terbaik dan menciptakan lingkungan pemukiman yang aman bagi seluruh warga Kutai Kartanegara.
“Dan tentunya kita berharap bahwa kejadian seperti ini itu tidak terulang lagi,” harapnya. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).










