KATAMEDIA, SAMARINDA – Harapan 50 anak sekolah dasar di Loa Kumbar, Kelurahan Loa Buah, Samarinda, untuk mendapatkan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) belum terwujud.
Kendati telah didaftarkan sebagai penerima manfaat, hingga kini mereka belum memperoleh layanan tersebut, sehingga pemerataan program pemenuhan gizi bagi siswa di wilayah terpencil kembali menjadi sorotan.
Menanggapi hal tersebut, wakil ketua komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikam bahwa layanan MBG saat ini baru menjangkau siswa di sekolah induk, yakni SD 005 Sungai Kunjang. Sementara itu, puluhan anak di Loa Kumbar yang telah terdaftar masih menunggu kepastian pelaksanaan program.
“Sebanyak 50 anak di Loa Kumbar sudah didaftarkan mendapatkan layanan tersebut. Persoalan ini sudah disampaikan kepada pihak pengelola, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” Ungkap Puji sapaan karibnya, Kamis (15/10/2026) lalu.
Menurut Puji, kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti agar anak-anak yang telah terdaftar tidak terus menunggu tanpa kejelasan.
Ia menyebutkan, pelaksanaan program pemerintah harus mempertimbangkan kondisi geografis dan keterbatasan akses di wilayah terpencil, sehingga hambatan distribusi maupun pelayanan tidak membuat kelompok penerima manfaat tertinggal.
“Pemerataan layanan menjadi hal penting agar anak-anak di wilayah yang memiliki keterbatasan akses tetap mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh pelayanan pemerintah,” Tegas politisi dari partai Demokrat tersebut.
Puji juga mendorong komunikasi kembali dengan pihak pengelola MBG untuk mengidentifikasi kendala yang menyebabkan layanan belum menjangkau 50 siswa tersebut.
Ia berharap pihak terkait segera memberikan kepastian agar anak-anak di Loa Kumbar memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses program pemenuhan gizi.
“Pemerataan layanan menjadi hal penting agar anak-anak di wilayah yang memiliki keterbatasan akses tetap mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh pelayanan pemerintah,” Tutup Puji. (ADV/DPRD Kota Samarinda).









