KATAMEDIA, SAMARINDA – Penggunaan anggaran sekitar Rp1,1 miliar untuk pembangunan lapak sementara bagi pedagang terdampak kebakaran Pasar Pagi Samarinda mendapat perhatian dari DPRD Kota Samarinda. Dewan menilai perlu ada pengecekan langsung guna memastikan proyek tersebut berjalan sesuai kebutuhan dan penggunaan anggarannya tepat sasaran.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan penilaian menyeluruh terkait efektivitas pembangunan lapak sementara sebelum melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Menurutnya, informasi yang diterima DPRD sejauh ini masih sebatas gambaran visual dan laporan awal terkait konstruksi bangunan yang digunakan pemerintah kota untuk menampung para pedagang pascakebakaran.
“Kalau kita ini belum cek langsung, tentu tidak bisa memastikan. Kita hanya melihat sekilas dari gambar saja,” jelas Deni, Kamis (14/05/2026).
Deni menjelaskan, berdasarkan informasi sementara, lapak tersebut dibangun menggunakan konstruksi rangka baja ringan dan dilengkapi pengecoran pada beberapa bagian. Namun demikian, DPRD menilai penilaian terhadap kualitas maupun kesesuaian anggaran tidak dapat hanya didasarkan pada dokumentasi foto.
Karena itu, Komisi III DPRD Samarinda berencana melakukan pengecekan lapangan guna memastikan apakah nilai anggaran yang digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi bangunan dan luasan proyek yang dikerjakan.
“Kita ingin memastikan langsung, dengan luasan dan bangunan seperti itu, apakah memang worth it atau tidak,” tegas Deni.
Meski memberi perhatian terhadap penggunaan anggaran, Deni tetap mengapresiasi langkah cepat pemerintah kota dalam menyediakan tempat sementara bagi para pedagang agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan setelah musibah kebakaran.
Menurutnya, percepatan penanganan memang penting dilakukan untuk menjaga roda perekonomian para pedagang kecil. Namun, pengawasan terhadap kualitas pekerjaan dan penggunaan anggaran juga harus berjalan seiring agar program penanganan darurat tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Ia berharap pembangunan lapak sementara tersebut benar-benar mampu memberikan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari penataan pasar yang lebih baik ke depan, bukan hanya solusi jangka pendek semata. (ADV)








