Home › ,

Dugaan Jetty Barito Tak Berizin, Dibiarkan Loading Batu Bara Di Palaran

ktmd - katamedia.co
Minggu, 15 Feb 2026 09:01 WITA
JETTY BARITO SEDANG LOADING BATU BARA DI BUKUAN, PALARAN, SABTU (13/2/2026). IST
JETTY BARITO SEDANG LOADING BATU BARA DI BUKUAN, PALARAN, SABTU (13/2/2026). IST

KATAMEDIA, SAMARINDA – Diduga ada indikasi praktik ilegal aktivitas bongkar muat batu bara di dermaga khusus (Jetty). Dugaan ini diungkapkan kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memantau langsung ke beberapa lokasi disepanjang alur Sungai Mahakam.

Ini menjadi sorotan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dipublikasi melalui media online lokal, Sabtu (14/2/2026).

Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara Komando Garuda Sakti Kalimantan Timur Suryadinata menduga ada pelanggaran aktivitas bongkar muat batu bara.

Baca juga  DPRD Kaltim Siapkan Strategi Hadapi Penurunan Dana Fiskal

Ia menyebut, temuan di lapangan menunjukkan adanya aktivitas bongkar muat di dermaga khusus (Jetty) perairan Sungai Mahakam.

Kabarnya setiap loading berlangsung secara bersamaan di sejumlah titik Jetty yang dipersoalkan legalitasnya.

Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara Komando Garuda Sakti Kalimantan Timur menyebutkan, hasil pantuan di lapangan antara lain, Jetty Pendingin, Jetty Sari Jaya, Jetty Barito, dan Jetty Sari. Bahkan masih ada tongkang yang antri untuk loading di Jetty Barito.

Baca juga  DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Program Gizi Ibu Hamil untuk Cegah Stunting

Menurutnya, pola tersebut mengarah pada dugaan praktik yang terorganisir.
“Kami menduga ada pola sistematis. Aktivitas dilakukan serentak dan berdekatan dengan jetty resmi. Apakah ada dugaan penggunaan dokumen yang tidak sesuai dengan titik lokasi dermaga dengan asal muat jetty,” ungkapnya.

Aktivitas jetty-jetty di Sungai Mahakam diduga ada pelanggaran terstruktur, ini menjadi perhatian untuk penegakan hukum menindak oknum atau pelaku yang melanggar.(*)

Baca juga  Lima Bulan Jadi DPO, Pelaku Kasus Penjambretan di Sempaja Selatan Ditangkap
Bagikan:
Berita Rekomendasi