KATAMEDIA, SAMARINDA – Komisi II DPRD Kota Samarinda menilai penguatan ekonomi daerah harus dimulai dari dua sektor penting, yakni pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pembenahan perusahaan daerah agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan pemerintah saat ini telah menyediakan program kredit tanpa agunan hingga Rp100 juta untuk membantu pelaku usaha kecil memperluas usahanya.
Menurutnya, keberadaan program tersebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh akses permodalan dari lembaga keuangan formal.
“Ada program kredit sampai dengan Rp100 juta tanpa jaminan. Ini adalah peluang besar yang harus diketahui masyarakat,” kata Iswandi, Minggu (24/05/2026).
Ia menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan modal kepada UMKM. Karena itu, sinkronisasi data antara instansi terkait dinilai menjadi hal yang wajib dilakukan agar program benar-benar diterima pelaku usaha yang membutuhkan.
“Data dari Dinas Perdagangan dan Koperasi harus benar-benar sinkron. Jangan sampai bantuan ini salah sasaran,” tegasnya.
Selain membahas dukungan terhadap UMKM, DPRD juga menyoroti kinerja Perumda Varia Niaga yang dinilai belum menunjukkan hasil optimal meski telah memperoleh penyertaan modal cukup besar dari Pemerintah Kota Samarinda.
Iswandi menilai perusahaan daerah tersebut perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah bisnis yang dijalankan. Ia menyebut terlalu banyak lini usaha justru membuat perusahaan sulit berkembang secara maksimal.
“Lebih baik fokus pada lima atau enam bidang usaha saja yang memang dikuasai dan menguntungkan. Kalau terlalu banyak cabang tapi tidak terfokus, hasilnya tidak akan maksimal,” katanya.
Menurutnya, kontribusi PAD yang dihasilkan Varia Niaga saat ini masih relatif kecil jika dibandingkan dengan besarnya modal yang telah dikucurkan pemerintah daerah selama ini.
“Kontribusi PAD-nya baru di angka Rp500 juta. Sementara penyertaan modal yang kita berikan jauh lebih besar dari itu,” lanjutnya.
Komisi II DPRD Samarinda berharap pembenahan manajemen di tubuh Perumda Varia Niaga dapat segera dilakukan bersamaan dengan penguatan akses modal bagi UMKM agar pertumbuhan ekonomi daerah berjalan lebih seimbang dan berkelanjutan.
“Tujuan kita satu yaitu kesejahteraan warga Samarinda. UMKM didukung dengan modal mudah dan Perumda bekerja secara profesional untuk menyumbang PAD,” pungkasnya.
Melalui langkah tersebut, DPRD berharap pelaku UMKM dapat semakin berkembang dan perusahaan daerah mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus sumber pendapatan yang lebih signifikan bagi Kota Samarinda. (ADV)









