Edit Content
Home › ,

Pemkab Kutim Tingkatkan Lingkungan Pendidikan dan Kesehatan untuk Anak

ktmd - katamedia.co
Selasa, 18 Nov 2025 06:47 WITA

KATAMEDIA, Sangatta- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terus mematangkan dua program unggulan yang berfokus pada pemenuhan hak anak, yakni Sekolah Ramah Anak dan Puskesmas Ramah Anak.

Kedua program ini telah menjalani proses evaluasi dan penilaian sejak September 2025.

Pada Oktober 2025, DP3A Kutim mengumumkan hasil penilaian lomba untuk menilai sejauh mana sekolah dan fasilitas kesehatan siap menerapkan standar ramah anak.

Penilaian ini dibimbing fasilitator tingkat nasional agar seluruh proses sesuai pedoman Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA).

Baca juga  Pancasila di Era Globalisasi, Darlis Pattalongi Tegaskan Pentingnya Penghayatan Nilai-Nilai Luhur

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kutim, Rita Winami, menyatakan bahwa tujuan utama program ini adalah memastikan sekolah dan puskesmas benar-benar menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak.

“Program ini harus lebih dari sekadar formalitas. Lingkungan yang ramah anak harus nyata di lapangan,” ujarnya, Selasa, 18 November 2025.

Rita menambahkan, penguatan kedua program ini merupakan langkah konkret menuju Kabupaten Layak Anak (KLA). Ia menegaskan bahwa Sekolah dan Puskesmas Ramah Anak menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya.

Baca juga  Dispar Kukar Dedikasikan 5,3 Miliar Rupiah untuk Pengembangan Pariwisata

Program Sekolah Ramah Anak dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, maupun tekanan psikologis.

Sedangkan Puskesmas Ramah Anak fokus pada layanan kesehatan yang memperhatikan kebutuhan tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Sebagai bagian dari evaluasi sekaligus apresiasi, DP3A Kutim menggelar Lomba Sekolah dan Puskesmas Ramah Anak.

Rita menekankan, lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana menilai efektivitas implementasi program di lapangan dan kesiapan menuju akreditasi nasional.

Baca juga  Pemkab Kutim Berkomitmen Tingkatkan Fasilitas Pasar Induk Sangatta

Selain menyiapkan fasilitas ramah anak, DP3A Kutim juga mendorong keterlibatan guru, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar nilai ramah anak dapat menjadi budaya bersama.

“Keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama seluruh pihak. Dukungan dari masyarakat, sekolah, dan puskesmas sangat menentukan terciptanya lingkungan yang berpihak pada anak,” pungkas Rita. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi