Edit Content
Home › ,

Pemkab Kutim Maksimalkan Anggaran Rp9 Miliar untuk Intervensi Harga Pangan

ktmd - katamedia.co
Rabu, 19 Nov 2025 06:06 WITA

KATAMEDIA, Sangatta- Program pasar murah kembali menjadi salah satu tumpuan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang tahun anggaran 2025.

Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pemerintah daerah memperluas intervensi distribusi barang agar masyarakat di seluruh kecamatan, termasuk wilayah terjauh, tetap mendapatkan pasokan sembako dengan harga terjangkau.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, menjelaskan bahwa pasar murah merupakan program tahunan yang selalu ditempatkan sebagai langkah mitigasi terhadap potensi kenaikan harga. Kegiatan tersebut digelar di berbagai kecamatan dan juga di kawasan Kota Sangatta.

“Setiap tahun kami menggelar pasar murah sebagai program rutin, baik di kecamatan-kecamatan maupun di area perkotaan Sangatta,” ujar Nora, saat dikonfirmasi, Rabu, 19/11/2025.

Baca juga  Upaya Sekda Kukar dalam Meningkatkan Kualitas Kopi Lokal untuk Bangun Ekonomi Wilayah

Dalam praktiknya, Disperindag menyiapkan satu paket sembako berisi delapan jenis kebutuhan pokok, mulai dari beras hingga susu dan minyak goreng. Harga sebenarnya mencapai Rp300.000 per paket, namun masyarakat hanya menebus Rp100.000 berkat subsidi pemerintah.

“Kami menyediakan delapan item sembako dalam satu paket. Nilainya sekitar tiga ratus ribu rupiah, tapi masyarakat cukup membayar sepertiganya saja. Sisanya kami tanggung melalui subsidi,” kata Nora.

Ia menekankan bahwa pola distribusi langsung ke kecamatan, termasuk yang letaknya paling jauh, merupakan strategi untuk memangkas rantai pasok yang kerap menjadi penyebab lonjakan harga di tingkat lokal.

Baca juga  Era Jospol, Pengembangan Desa Wisata Kaltim Diproyeksikan Melonjak

“Salah satu tujuannya adalah memastikan harga tetap terkendali. Karena itu paket ini kami antar sampai kecamatan terjauh agar distribusinya tidak menjadi beban biaya bagi masyarakat,” ucapnya.

Untuk tahun 2025, pemerintah daerah telah menyelesaikan seluruh agenda pasar murah dengan total anggaran sekitar Rp9 miliar. Dana tersebut digunakan untuk menyalurkan paket-paket sembako ke 13 kecamatan. Setiap kecamatan menerima sekitar 2.300 paket sesuai hasil pendataan dan kebutuhan masyarakat.

Antusiasme warga selalu tinggi setiap kali pasar murah digelar, terutama karena kualitas item sembako yang tergolong premium meski dijual dengan harga terjangkau.

Baca juga  Kutim Mantapkan Sinergi di Forum Ekonomi Tahunan Bank Indonesia

“Warga di kecamatan biasanya menyambut kegiatan ini dengan sangat baik. Mereka bisa mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga yang jauh lebih murah,” tutur Nora.

Ia berharap penyelenggaraan pasar murah terus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kebijakan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu upaya yang sejalan dengan arah kebijakan kepala daerah.

“Kami berharap langkah ini mendukung program bupati dan wakil bupati dalam menjaga inflasi, sehingga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi