Edit Content

Kesbangpol Ajak Pemuda Kaltim Jadi Katalis Pembangunan Berkelanjutan

ktmd - katamedia.co
Minggu, 23 Nov 2025 08:30 WITA
Pembukaan Study Lokal GMKI Cabang Samarinda oleh Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas Kesbangpol kaltim.
Pembukaan Study Lokal GMKI Cabang Samarinda oleh Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas Kesbangpol kaltim.

KATAMEDIA, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan kembali pentingnya peran pemuda sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar penikmat kemajuan teknologi.

Demikian disampaikan Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas Kesbangpol kaltim dalam sebuah forum kepemudaan dan organisasi kemahasiswaan yang digelar sebagai upaya memperluas kontribusi generasi muda terhadap agenda pembangunan daerah pada 2026.

Dalam arahannya, perwakilan Pemprov menyampaikan bahwa pemuda harus menjadi pencipta inovasi, bukan hanya pengguna teknologi.

“Pemuda harus menjadi subjek informasi, pencipta inovasi, bukan sekadar konsumen teknologi. Itulah makna katalis pembangunan berkelanjutan,” tegasnya dalam agenda Pembukaan Study Lokal GMKI Cabang Samarinda.

Baca juga  Warga Dusun Lima Butuh Air Bersih, Minta Pemda Beri Solusi

Pemprov Kaltim memandang organisasi kemahasiswaan sebagai mitra penting, bukan hanya sebagai kelompok pengkritik, tetapi juga sebagai elemen yang ikut serta membangun.

Ada lima ruang kontribusi yang disebut sangat dibutuhkan dalam waktu dekat.

Pertama, mahasiswa didorong memperluas literasi digital hingga ke kampung-kampung dan komunitas marginal.

Kedua, mengawal isu keberlanjutan, mulai dari pengurangan sampah, rehabilitasi lingkungan, hingga edukasi perubahan iklim.

Ketiga, mendorong ekonomi kreatif anak muda sebagai jalan pembuka lapangan kerja baru di tengah perubahan ekonomi.

Keempat, pemuda diharapkan menjadi agen moderasi beragama yang menjaga harmoni sosial dalam masyarakat Kaltim yang sangat beragam.

Baca juga  Komisi III DPRD Kaltim Dorong Infrastruktur Jalan Mahulu Masuk Prioritas APBD 2026

Kelima, terlibat aktif dalam riset, kajian publik, hingga advokasi kebijakan. Pemerintah menilai bahwa arah pembangunan yang berbasis data semakin dibutuhkan untuk menjawab tantangan daerah.

“Pemuda adalah pilar moral, pemimpin intelektual, sekaligus penggerak perubahan sosial,” ujar pejabat tersebut.

Pada 2026, Kalimantan Timur menghadapi sejumlah tantangan besar: pemangkasan transfer ke daerah, transisi ekonomi pasca SDA, berkembangnya Ibu Kota Nusantara sebagai pusat baru pergerakan, ancaman iklim, serta kebutuhan percepatan digitalisasi dan peningkatan daya saing SDM.

“Semua tantangan itu tidak bisa dijawab pemerintah saja. Butuh kolaborasi. Butuh energi muda,” katanya.

Baca juga  Pemprov Kaltim Dorong Penguatan SDM Kearsipan, 21 Perangkat Daerah Belum Miliki Arsiparis Fungsional

Ia menekankan bahwa keterlibatan pemuda harus melampaui aktivitas internal organisasi. Program kerja harus menyentuh persoalan nyata masyarakat, bukan sekadar agenda seremonial.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah meminta peserta konferensi merumuskan program kerja yang realistis dan berdampak.

“Gunakan forum ini untuk berdiskusi jujur, rumuskan program yang tidak hanya megah di atas kertas, tetapi menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia juga berpesan agar pemuda menjaga integritas, merawat persatuan, dan menggunakan kecerdasan untuk melayani.

“Teruslah menjadi garam dan terang di mana pun kalian ditempatkan,” tamdasnya (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).

Bagikan:
Berita Rekomendasi