Edit Content

Kaltim Perkuat Posisi sebagai Pusat Energi Terbarukan Lewat Operasional Refinery Biodiesel Baru

ktmd - katamedia.co
Selasa, 25 Nov 2025 11:17 WITA
Bambang Arwanto, Kepala Dinas ESDM Kaltim.
Bambang Arwanto, Kepala Dinas ESDM Kaltim.

KATAMEDIA, SAMARINDA –Upaya Kalimantan Timur memperkuat sektor energi terbarukan memasuki gerbang baru dengan beroperasinya salah satu refinery biodiesel terbaru milik Posco asal Korea Selatan di Balikpapan.

Kehadiran pabrik ini menambah daftar fasilitas produksi biodiesel di Kaltim yang kini telah mencapai enam unit, dan diproyeksikan semakin mendorong capaian target bauran energi hijau daerah pada 2045.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, menjelaskan bahwa pembangunan refinery tersebut merupakan langkah strategis bagi transformasi ekonomi Kaltim.

Ia menilai keberadaan sejumlah fasilitas pengolahan biodiesel, termasuk refinery Posco, akan memperkuat kontribusi Kaltim sebagai salah satu pusat produksi bahan bakar nabati (BBN) nasional.

“Energi terbarukan sekarang menjadi fokus utama. Salah satu pendukungnya adalah banyaknya refinery biodiesel di Kalimantan Timur yang memproduksi B40. Kemarin kami menghadiri peresmian refinery terbaru milik Posco. Walaupun bahan bakunya masih didatangkan dari Manokwari, pabriknya sudah beroperasi penuh di sini,” ujarnya.

Baca juga  Bupati Kukar Ajak Ketua RT Dukung Pendidikan Anak di Lingkungan

Refinery Posco ditargetkan mampu mengolah 500.000 ton POME (Palm Oil Mill Effluent) per tahun sebagai bahan baku biodiesel.

Kapasitas tersebut menjadi salah satu yang terbesar dan diperkirakan memberikan dorongan signifikan terhadap pemenuhan B40—program pencampuran 40 persen biodiesel dengan bahan bakar solar yang dicanangkan pemerintah pusat.

Menurut Bambang, beroperasinya fasilitas baru ini langsung berdampak pada peningkatan kapasitas blending biodiesel di Kalimantan Timur, yang kini sebagian besar terpusat di Balikpapan.

Ini sekaligus menegaskan posisi Kaltim sebagai hub biodiesel di kawasan timur Indonesia.

Baca juga  Pemkab Kutim Optimistis Realisasi APBD Capai Target

“Blending B40 semuanya dilakukan di sini. Artinya, industri minyak berbasis biodiesel tumbuh semakin kuat di Kalimantan Timur. Kita bukan hanya memproduksi, tapi juga menyiapkan pasarnya. Bahkan proses ekspor nantinya dilakukan dari Kaltim,” jelasnya.

Dari sisi ekonomi, Bambang menyebut keberadaan refinery baru memberikan beberapa manfaat strategis. Selain meningkatkan nilai tambah produk sawit, industri biodiesel juga membuka peluang ekspor yang lebih besar, memperkuat neraca perdagangan daerah, dan berpotensi menambah devisa dari sektor energi hijau.

Pihaknya optimis, dengan bertambahnya kapasitas produksi dan rantai pasok industri biodiesel, kontribusi energi terbarukan di Kaltim dapat terus meningkat.

Hal ini sejalan dengan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Kaltim yang menargetkan porsi energi terbarukan mencapai 70 persen pada 2045. Bambang meyakini target tersebut bisa tercapai, terutama dengan percepatan pembangunan industri biodiesel dan transisi energi yang semakin luas.

Baca juga  Inisiatif Bersama Kecamatan Muara Wis dalam Menyikapi Stunting

“Ini menjadi salah satu titik balik bagi Kalimantan Timur. Dengan enam refinery yang ada dan tambahan kapasitas baru dari Posco, kami optimis capaian energi terbarukan 70 persen bukan hal yang mustahil,” tegasnya.

Dengan semakin berkembangnya ekosistem biodiesel, pemerintah daerah berharap Kaltim dapat menjadi pemain utama dalam penyediaan energi hijau, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Ke depan, penguatan regulasi, investasi, dan kolaborasi lintas sektor akan terus dipacu demi memastikan energi bersih menjadi pilar ekonomi baru Bumi Etam (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).

Bagikan:
Berita Rekomendasi