Edit Content

Kesbangpol Kaltim Siapkan Penguatan Moderasi Beragama dan Pembinaan Ormas di 2026

ktmd - katamedia.co
Minggu, 23 Nov 2025 07:45 WITA
Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas Kesbangpol Kaltim.
Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas Kesbangpol Kaltim.

KATAMEDIA, SAMARINDA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan berbagai program strategis untuk memperkuat kerukunan umat beragama, peningkatan kapasitas pemuda, dan pembinaan organisasi kemasyarakatan (ormas) pada tahun 2026.

Langkah ini menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat ketahanan masyarakat melalui program Jos Pol.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas Kesbangpol Kaltim, Tri Atmaji, yang menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen memperkuat peran Kesbangpol sebagai fasilitator utama kerukunan umat beragama di daerah.

“Kami selalu mendukung kebijakan pimpinan daerah. Dalam Jos Pol, salah satu fokus kami adalah menjaga kerukunan umat beragama melalui penguatan forum KUB,” ujar Tri.

Baca juga  Desa Teluk Dalam Miliki Potensi Industri Madu Kelulut

Untuk tahun 2026, Kesbangpol menargetkan penyelenggaraan dua agenda utama yang berkaitan langsung dengan moderasi beragama, yakni pelatihan mediator profesional kerukunan umat beragama dan training of trainer (ToT) moderasi beragama.

Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mencegah dan meredam potensi konflik sosial.

“Kami akan memaksimalkan dua program itu. Selain mendukung forum KUB, kami ingin SDM yang terlibat semakin siap,” jelasnya.

Di sektor kepemudaan, Kesbangpol tetap menjalankan beberapa program pembinaan yang selama ini rutin dilaksanakan, seperti pendidikan politik bagi pemilih pemula dan pelatihan Paskibraka.

Meskipun data detail peserta Paskibraka berada pada bidang lain, Tri menegaskan bahwa pembinaan pemuda menjadi bagian penting dari ketahanan sosial budaya di Kaltim.

Baca juga  Ahmad Vanandza Tekankan Pentingnya Solusi Jangka Panjang Lahan HGB Di Citra Niaga

Tri juga menjelaskan bahwa jumlah ormas di Kaltim mencapai sekitar 3.000 organisasi, mencakup yang aktif maupun tidak aktif. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 ormas diketahui aktif melakukan kegiatan.

Keberadaan ormas yang cukup besar membuat Kesbangpol memperkuat pola pembinaan agar organisasi-organisasi tersebut dapat menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan.

“Kami ingin menghilangkan stigma bahwa ormas itu menyeramkan. Justru mereka harus hadir sebagai organisasi yang bermanfaat,” tegasnya.

Untuk itu, Kesbangpol telah melaksanakan berbagai kegiatan penguatan kelembagaan ormas seperti Expo Ormas, Ormas Award, serta Coffee Morning Ormas, yang tahun ini sudah digelar enam kali.

Baca juga  Komisi III DPRD Kaltim Dorong Penambahan Anggaran untuk UPTD dan PUPR

Program itu bertujuan membuka ruang dialog, menampilkan kegiatan positif ormas, dan membangun persepsi publik yang lebih sehat.

Menanggapi isu yang sempat muncul terkait dugaan tekanan dari ormas kepada wartawan, Tri menyebut bahwa informasi yang beredar baru bersumber dari media sosial sehingga perlu verifikasi lebih lanjut.

Meski begitu, ia menekankan bahwa kebebasan berpendapat dilindungi undang-undang, dan Kesbangpol mengarahkan ormas agar lebih bijak dalam menyampaikan aspirasi.

Dengan rangkaian program yang telah disiapkan, Kesbangpol Kaltim berupaya memperkuat harmoni sosial, mendorong moderasi beragama, serta membangun kerja sama yang lebih baik antara masyarakat, pemuda, ormas, dan pemerintah pada tahun 2026 (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).

Bagikan:
Berita Rekomendasi