Edit Content
Home › ,

Husni Fahruddin Nilai Sekolah Gratis dari Pemprov Berikan Dampak yang Baik di Masyarakat

ktmd - katamedia.co
Senin, 26 Mei 2025 10:45 WITA
Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, saat diwawancarai awak media.
Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, saat diwawancarai awak media.

KATAMEDIA, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, menyoroti pelaksanaan program sekolah gratis yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi.

Ia menekankan bahwa program ini seharusnya tidak hanya fokus pada penghapusan SPP, tetapi juga mencakup seluruh kebutuhan penunjang pendidikan.

“Konsep sekolah gratis yang ideal adalah yang membebaskan seluruh biaya pendidikan, termasuk seragam, buku, dan alat tulis, agar anak-anak benar-benar dapat belajar tanpa hambatan,” ujarnya pada Senin (26/5/2025).

Baca juga  Demo di KPK, AMAK Laporkan Lima Persoalan Dugaan Korupsi di Lingkup Pemprov Kaltim

Pernyataan ini muncul di tengah masa transisi kepemimpinan provinsi, yang menurut Husni, menjadi salah satu hambatan dalam optimalisasi program pendidikan gratis.

Dia mengakui bahwa keterbatasan efisiensi anggaran saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi perluasan manfaat program ini ke seluruh lapisan masyarakat.

Meski begitu, ia tetap optimis bahwa tahun depan cakupan program bisa lebih luas.

“Kami berharap tahun depan angka penerima manfaat bisa mendekati 100 persen,” katanya.

Baca juga  IODI Kaltim Gelar Rapat Kerja Provinsi, Fokus pada Penguatan Prestasi dan Dukungan Dana Operasional

Husni menjelaskan bahwa proses transisi pemerintahan membuat penyelarasan program berjalan lambat, karena gubernur dan wakil gubernur saat ini belum memiliki kendali penuh untuk menyatukan kebijakan lintas instansi.

“Banyak program warisan sebelumnya perlu disesuaikan dengan arah baru pemerintahan. Ini yang membuat proses integrasi program berjalan lebih hati-hati,” tambahnya.

Untuk itu, Pemprov Kaltim terus memperkuat koordinasi dengan OPD melalui pertemuan rutin guna mempercepat implementasi visi dan misi yang telah dirancang.

Baca juga  Ananda Emira Moeis Sebut Rekomendasi LKPJ Harus Jadi Kompas Kebijakan 2025

Tak hanya itu, Husni juga mengingatkan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran pendidikan.

Dirinya menyoroti sejumlah pembangunan fisik di sekolah yang dinilai kurang terencana, seperti pembuatan pagar dan fasilitas sanitasi.

“Fokus pembangunan harus diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran, bukan semata-mata pembangunan fisik tanpa arah yang jelas,” tegasnya.

Bagikan:
Berita Rekomendasi