KATAMEDIA, SAMARINDA – Menjaga kesehatan masyarakat bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah. Di Kota Samarinda, keberhasilan mencegah penyebaran penyakit dinilai sangat bergantung pada kepedulian dan keterlibatan warga di tingkat lingkungan, sehingga berbagai potensi masalah kesehatan dapat dikenali dan ditangani sejak dini sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.
Dalam kesemapatan itu, anggota komisi IV DPRD Samarinda, Harminsyah, mengungkapkan struktur sosial di tengah masyarakat memiliki peran strategis dalam mengenali lebih awal berbagai persoalan kesehatan.
Menurutnya, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) merupakan pihak yang paling dekat dengan aktivitas warga sehari-hari sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada pemerintah.
“Mereka yang berada di lingkungan itu, biasanya lebih dulu mengetahui kalau ada hal yang tidak biasa terjadi di masyarakat. Dari situ informasi bisa cepat diteruskan ke pihak terkait, untuk ditindaklanjuti,” Ungkap Harminsyah. Jum’at (19/6/2026).
Lebih lanjut, Harminsyah menilai pola penanganan kesehatan perlu bergeser dari pendekatan yang bersifat responsif menjadi lebih preventif.
Penguatan jejaring sosial yang telah terbentuk di lingkungan masyarakat diyakini mampu membuat upaya pencegahan penyakit lebih efektif karena menyentuh langsung akar persoalan di lapangan.
Dirinya menekankan pemerintah pusat sebenarnya telah memiliki regulasi yang cukup lengkap terkait penanganan penyakit. Tantangan di tingkat daerah, bukan lagi pada ketersediaan aturan, melainkan bagaimana seluruh pemangku kepentingan mampu mengimplementasikannya secara terpadu.
“Regulasi dari pusat sudah cukup banyak. Yang menjadi pekerjaan kita di daerah adalah memastikan semua unsur bisa berjalan bersama, bukan bekerja sendiri-sendiri,” Jelas Harminsyah.
Karena itu, politisi dari partai Gelora tersebut mendorong agar sistem kesehatan daerah semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
“Keberhasilan pencegahan penyakit tidak hanya diukur dari kemampuan menangani kasus yang sudah terjadi, tetapi juga dari efektivitas membangun sistem deteksi dini yang mampu menekan potensi penyebaran penyakit sejak tahap awal,” Tutup Harminsyah. (ADV)









