Soroti Kasus HIV, Ismail Latisi Minta Edukasi dan Pencegahan Dinilai Perlu Diperkuat

ktmd - katamedia.co
Senin, 10 Agu 2026 06:31 WITA
Anggota komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi/doc
Anggota komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi/doc

KATAMEDIA, SAMARINDA – Persoalan HIV di Samarinda kembali menjadi perhatian setelah jumlah kasus yang tercatat mencapai sekitar 4.000 orang.

Di tengah kebutuhan pengobatan jangka panjang dan tantangan pemantauan pasien, anggota komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi menilai upaya pencegahan perlu diperkuat melalui kerja bersama pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh masyarakat.

Dirinya mengungkapkan laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL) sebagai salah satu kelompok yang perlu menjadi perhatian dalam strategi pencegahan, sembari menekankan pentingnya pendekatan kesehatan masyarakat yang berbasis data.

Baca juga  Ketimpangan Listrik di Kaltim, DPRD Soroti Ketidakadilan Energi Nasional

“Dari sejumlah hasil screening yang dilakukan di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Timur (Kaltim), angka penularan cukup banyak ditemukan pada kelompok laki-laki yang berhubungan dengan sesama laki-laki. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” Ungkap Ismail sapaan karibnya. Senin (10/8/2026).

Lebih lanjut, Ismail menilai penanganan HIV tidak cukup hanya mengandalkan layanan medis. Edukasi mengenai pencegahan, pemeriksaan dini, perilaku berisiko, serta pendampingan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Baca juga  Darlis Sebut Banyaknya TKA Akibat Longgarnya UU Cipta Kerja

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Samarinda yang disampaikannya, dari sekitar 4.000 kasus yang tercatat, baru sekitar separuh pasien yang rutin menjalani terapi antiretroviral (ARV), sedangkan sebagian lainnya belum terpantau menjalani pengobatan secara konsisten.

“Pengobatan HIV membutuhkan keberlanjutan karena ARV harus dikonsumsi sepanjang hidup pasien. Saat ini sebagian besar masih didukung melalui bantuan Global Fund,” Jelas Ismail.

Baca juga  Ketua Komisi III Soroti Pentingnya SDM di Tengah Kemajuan Infrastruktur Samarinda

Meski pencegahan dan edukasi perlu diperkuat, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengingatkan agar penanganan HIV tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Yang terpenting adalah bagaimana mereka mendapatkan akses pengobatan dan pendampingan yang baik. Jangan sampai ada diskriminasi karena itu justru membuat mereka enggan berobat,” Tutup Ismail. (ADV)

Bagikan:
Berita Rekomendasi