Edit Content
Home › ,

Geografis Menantang, Sekolah Filial Jadi Harapan Baru Pendidikan Kutai Timur

ktmd - katamedia.co
Sabtu, 22 Nov 2025 04:26 WITA

KATAMEDIA, Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur terus memperluas layanan pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil dengan memperkuat jaringan sekolah filial.

Langkah ini ditempuh untuk memastikan setiap permukiman terpencil dapat mengakses pendidikan tanpa harus menunggu pembangunan sekolah baru yang kerap memakan waktu lama.

Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, menjelaskan bahwa kondisi geografis yang tersebar dan sulit dijangkau menjadi tantangan besar bagi akses pendidikan di daerah tersebut.

Banyak permukiman berada jauh dari pusat desa maupun kecamatan, sehingga perjalanan menuju sekolah bisa memakan waktu berjam-jam dan melibatkan medan yang berat, seperti menyeberangi sungai atau melewati jalan tanah.

Dalam situasi itu, sekolah filial hadir sebagai solusi nyata untuk menekan ketidakhadiran siswa dan mengurangi risiko putus sekolah.
“Sekolah filial dibentuk ketika ada perkampungan jauh dari sekolah induk. Jadi, unit pembelajaran dibuka di sana agar anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan,” ujar Mulyono.

Baca juga  Mulyono Tegaskan Pentingnya Akses Pendidikan Setara bagi Anak Kutim

Ia menekankan bahwa keberadaan sekolah filial bukan bentuk pendidikan kelas dua, melainkan jembatan untuk menghadirkan hak belajar yang setara bagi semua anak.
Pembentukan sekolah filial pun bersifat fleksibel.

Pemerintah daerah menilai kebutuhan pendidikan tiap wilayah, lalu menyiapkan unit layanan yang berinduk pada sekolah utama terdekat. Sekolah induk bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan akademik, termasuk distribusi guru.

“Gurunya tetap dari sekolah induk yang mengajar ke sana,” tambah Mulyono.
Pemerintah daerah membuka peluang bagi sekolah filial untuk berkembang menjadi sekolah negeri mandiri jika jumlah siswanya mencapai minimal 60 anak dan tersedia lahan memadai untuk pembangunan fasilitas.

Baca juga  GratisPol Kesehatan Jadi Perisai Layanan Medis bagi Warga Kaltim di Mana Pun Berada

Apabila syarat terpenuhi, sekolah tersebut dapat diusulkan untuk naik status. Tata kelola guru dan jadwal pembelajaran sepenuhnya diatur oleh kepala sekolah induk.

“Untuk SD dan SMP, peningkatan status dapat langsung diproses. Sementara SMA berada di bawah kewenangan provinsi,” terangnya.

Skema filial tidak hanya berlaku di jenjang SD dan SMP, melainkan juga pada layanan PAUD, TK, kelompok bermain, hingga SPS. Beberapa unit bahkan dibentuk atas permintaan masyarakat yang menilai jarak sekolah terdekat terlalu berat untuk anak-anak usia dini.

Baca juga  Sebanyak 140 Peserta Ikuti Bimtek dan Sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode Ummi di Kutim

Menariknya, sejumlah sekolah filial justru berkembang menjadi satuan pendidikan yang unggul. Mulyono mencontohkan Pulau Miang sebagai lokasi di mana kualitas pembelajaran di sekolah filialnya bahkan melampaui sekolah induk.

Dengan semakin luasnya jangkauan sekolah filial, Disdikbud Kutim optimistis pemerataan pendidikan dapat lebih cepat tercapai. Pemerintah daerah menilai bahwa keberadaan ruang belajar dekat permukiman berdampak langsung pada minat belajar anak, keterlibatan orang tua, serta keberlanjutan pendidikan di daerah terpencil.

Mulyono berharap pengembangan sekolah filial tidak hanya menyelesaikan hambatan jarak, tetapi juga mampu menekan kesenjangan kualitas pendidikan di berbagai wilayah, meskipun infrastruktur harus beroperasi dalam keterbatasan medan. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi