KATAMEDIA, SAMARINDA – Membuka lapangan kerja yang lebih luas masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Menyikapi tantangan tersebut, Komisi IV DPRD Samarinda mendorong agar program ketenagakerjaan pada 2027 benar-benar berorientasi pada peningkatan penyerapan tenaga kerja, sehingga mampu menekan angka pengangguran di Kota Tepian.
Dalam kesempatan itu, anggota komisi IV DPRD Samarinda, Harminsyah, menekankan setiap program yang disusun harus memiliki dampak nyata terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka pengangguran di Kota Tepian.
“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana program-program yang disusun benar-benar mampu membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan sehingga angka pengangguran bisa terus ditekan,” Ungkapnya. Senin (13/7/2026).
Selain itu, Harminsyah menilai pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, hingga pelaksanaan job fair perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha agar peserta memiliki keterampilan yang relevan dengan permintaan pasar kerja.
Dengan demikian, lulusan berbagai program pembinaan tenaga kerja memiliki peluang lebih besar untuk terserap di dunia industri maupun sektor usaha lainnya.
Dirinya juga meminta Pemerintah Kota Samarinda memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi kelompok pekerja tersebut.
“Kami meminta agar pekerja rentan bisa semakin banyak yang tercover BPJS Ketenagakerjaan. Memang ada keterbatasan anggaran, tetapi ini tetap harus menjadi perhatian pemerintah,” Ucap Harminsyah.
Politisi dari partai Gelora itupun mendorong agar pelaksanaan job fair dilakukan secara lebih rutin dan tidak hanya menjadi agenda insidental. Pemerintah daerah juga diminta memperkuat komunikasi dengan dunia usaha agar semakin banyak perusahaan terlibat dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
“Job fair perlu terus dilaksanakan, bahkan kalau memungkinkan frekuensinya ditambah. Pemerintah juga harus proaktif membangun komunikasi dengan perusahaan agar peluang kerja yang tersedia semakin banyak,” Pungkas Harminsyah. (ADV)









