KATAMEDIA, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat arah pembangunan sektor pendidikan dengan menekankan pemerataan kualitas guru hingga daerah pelosok.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Plt Disdik) Kaltim, Armin, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru akan menjadi pondasi penting dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah Kaltim pada tahun-tahun mendatang.
“Yang jelas, kita ingin guru hebat, Indonesia kuat. Itu komitmen Pemprov Kaltim. Kualitas guru menentukan arah pendidikan kita ke depan,” ujar Armin dalam agenda resmi bersama Pemprov Kaltim.
Ia mengungkapkan bahwa Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, juga secara khusus memberikan arahan agar pemerataan pendidikan tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga mencakup peningkatan kemampuan tenaga pendidik.
Armin menyebut, selama ini distribusi layanan pendidikan dari kota hingga pedesaan terus diperbaiki, termasuk melalui penempatan tenaga pendidik yang lebih proporsional.
“Pemerataan pendidikan dari kota sampai ke desa-desa telah kita lakukan. Itu bagian dari upaya memastikan bahwa seluruh anak Kaltim, di mana pun mereka berada, mendapatkan kualitas pendidikan yang sama,” jelasnya.
Salah satu langkah konkret yang kini disiapkan Disdik Kaltim adalah peningkatan kemampuan berbahasa Inggris bagi guru. Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi Kaltim yang mampu bersaing secara global.
Menurut Armin, kebutuhan guru yang mampu mengajar dengan pendekatan bilingual semakin mendesak. Hal itu sejalan dengan perkembangan kurikulum, teknologi, dan peluang kerja masa depan yang semakin menuntut penguasaan bahasa internasional.
“Itu termasuk peningkatan guru supaya bisa berbahasa Inggris lebih banyak, Pak. Ya, itu salah satunya,” ujar Armin.
Untuk mendukung hal tersebut, Disdik Kaltim tengah menyiapkan program bilingual class atau kelas bilingual yang akan diimplementasikan secara bertahap di sejumlah sekolah.
Program tersebut mencakup pelatihan berjenjang bagi guru, penyediaan materi ajar bilingual, serta pendampingan di sekolah-sekolah yang menjadi pilot project.
“Program bilingual class akan kita jalankan. Mulai dari internal class dulu, diperkenalkan secara bertahap. Semua ini akan kita lakukan agar mutu pendidikan di Kaltim makin meningkat,” tambahnya.
Ke depan, Disdik Kaltim menargetkan agar kebijakan peningkatan kompetensi guru ini dapat berjalan paralel dengan program unggulan Pemprov Kaltim lainnya, termasuk Gratispol Pendidikan yang akan diperkuat pada 2026.
Armin berharap, kolaborasi antara pemerataan tenaga pendidik, peningkatan kualitas guru, dan inovasi pembelajaran bilingual dapat menghasilkan lompatan pendidikan yang signifikan dalam lima tahun mendatang.
Sejalan dengan langkah ini, Pemprov Kaltim optimistis bahwa transformasi pendidikan di wilayahnya tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga mempersiapkan generasi emas yang siap menghadapi tantangan global (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).









