Edit Content
Home › ,

Kutim Mantapkan Transformasi Digital, Smart City Jadi Arah Pembangunan Utama

ktmd - katamedia.co
Minggu, 16 Nov 2025 01:21 WITA

KATAMEDIA, Sangatta- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya mempercepat pembentukan ekosistem kota cerdas sebagai langkah strategis dalam pembangunan jangka panjang daerah.

Kepala Diskominfo Staper Kutai Timur, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, menyampaikan bahwa pembangunan berbasis digital kini telah menjadi landasan fundamental dan tidak lagi ditempatkan sebagai program pelengkap.

Ia menerangkan bahwa arah pembangunan tersebut sebenarnya sudah dirumuskan melalui dua dokumen besar yang tengah disiapkan pemerintah daerah. RPJPD Kutim 2025–2045 mengusung visi “Kutim Hebat 2045”, yang menekankan transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola pemerintahan.

Sementara itu, RPJMD 2025–2029 mengokohkan visi “Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”.

“Dua dokumen ini menjadi pegangan utama dalam menentukan arah kebijakan daerah. Di dalamnya sudah jelas bahwa percepatan digitalisasi harus menjadi bagian inti dari pembangunan,” kata Ronny, Jumat, 14 November 2025.

Baca juga  Pertanian dan Pariwisata Menjadi Fokus Pemkab Kukar Menjelang IKN

Ronny menilai bahwa perubahan global yang semakin cepat membuat daerah tidak bisa berjalan dengan pola lama. Teknologi, menurutnya, merupakan fondasi penting untuk meningkatkan pelayanan publik dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Dalam situasi persaingan global saat ini, penerapan konsep Smart City bukan lagi hal yang bisa ditunda. Ini merupakan strategi yang harus dilakukan agar daerah tidak tertinggal,” ujarnya.

Ia menjabarkan bahwa penerapan kota cerdas mencakup peningkatan efisiensi layanan, keterbukaan data, keberlanjutan lingkungan hidup, hingga pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan.

Baca juga  Realisasi RTLH 2025 Hampir Tuntas, Bantuan Naik di 2026 namun Volume Terancam Menyusut

Luasnya wilayah Kutai Timur dan kondisi geografis yang beragam menjadi salah satu alasan mengapa penguatan teknologi begitu mendesak. Perbedaan kualitas layanan antar kecamatan serta tantangan konektivitas membuat penerapan teknologi menjadi solusi yang harus segera diwujudkan.

Ronny menyampaikan bahwa transformasi digital lima tahun ke depan diharapkan membuka peluang penguatan tata kelola digital, pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi, pengembangan industri lokal, hingga peningkatan daya saing UMKM digital.

“Seluruh langkah menuju Smart City akan kami integrasikan dalam rencana pembangunan lima tahun mendatang, mulai dari penyusunan masterplan TIK hingga pengembangan smart environment dan smart economy,” tuturnya.

Ronny mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif. Ia menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Smart City tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah.

Baca juga  Jahidin Sebut Wartawan yang Langgar Etik Akan Dinilai oleh Organisasi Profesi, Tak Langsung Dipidana

“Saya mengimbau semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat untuk bersama-sama mendorong percepatan transformasi digital,” ucapnya.

Ia menyebut bahwa pemerintah berkewajiban menjaga konsistensi digitalisasi dalam pengambilan keputusan, sektor swasta diharapkan memperluas investasi teknologi, sementara masyarakat perlu meningkatkan kemampuan literasi digital.

Ronny menegaskan kegiatan sosialisasi yang digelar bukan hanya acara formalitas.

“Forum ini kami maksudkan sebagai wadah bertukar pengetahuan, memperluas wawasan, dan memperkuat kerja sama. Saya berharap peserta bisa memanfaatkan forum ini untuk menyampaikan ide dan gagasan yang relevan dengan kondisi Kutim,” pungkasnya. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi