Pemkab Kukar Dukung Peningkatan Status Karhutla jadi Bencana Nasional

ktmd - katamedia.co
Sabtu, 24 Okt 2026 01:06 WITA
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: katamedia.co)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: katamedia.co)

KATAMEDIA, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) yang mengusulkan peningkatan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bencana nasional.

Pemkab Kukar menilai penetapan status tersebut akan memperkuat koordinasi, alokasi anggaran, serta dukungan armada pemadaman dari Pemerintah Pusat secara lebih masif ke wilayah-wilayah rawan.

Dukungan ini diberikan seiring dengan komitmen Pemkab Kukar untuk terus mengoptimalkan upaya perlindungan kawasan hutan, lahan pertanian, dan pemukiman warga dari ancaman Karhutla.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, sejauh ini penanganan karhutla di Kukar dapat dikelola dan dikendalikan dengan sangat baik melalui kesigapan jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar.

Baca juga  Pemprov Kaltim Buka Pendaftaran Gratispol Pendidikan untuk Semester 3 Mulai Desember

Pemkab Kukar menetapkan standar penanganan cepat, di mana setiap titik api yang dapat diakses jalur darat targetnya harus padam dalam waktu kurang dari 1x 24 jam.

Aulia Rahman Basri, memberikan apresiasi atas dedikasi para petugas di lapangan yang terus bersiap siaga menjaga keamanan wilayah.

“Memang jika kita lihat di Kaltim ini dibanding dengan daerah lain, utamanya di Kabupaten Kukar, kita bisa mengelola ini dengan cukup baik. Di Kukar, api itu kita harapkan tidak lebih dari 1x 24 jam, terutama untuk lokasi yang bisa kita jangkau,” ujar Aulia, Sabtu (24/10/2026).

Baca juga  Rehabilitasi SDN 002 Purwajaya Bakal Dikerjakan usai APBD Perubahan 2026 Disahkan

Meski penanganan darat berjalan optimal, Pemkab Kukar tidak menampik adanya kendala jangkauan pada titik-titik api tertentu yang berada di pedalaman dan sulit diakses oleh peralatan maupun personel darat, seperti di kawasan Muara Kaman.

Untuk mengatasinya, Pemkab Kukar juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna meminta dukungan armada helikopter penyiraman air (water bombing).
Pendekatan pemadaman jalur udara menjadi solusi strategis untuk menjangkau lokasi-lokasi terisolasi secara presisi dan cepat.

Baca juga  Komisi IV DPRD Samarinda Tekankan Kualitas Guru sebelum Kebijakan Tidak Naik Kelas Diberlakukan

“Kendala kita ada pada beberapa titik yang tidak bisa dijangkau oleh peralatan dan SDM kita, contohnya di Muara Kaman. Kami berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta bantuan pemadaman menggunakan sarana helikopter penyiraman,” terangnya.

Dengan adanya usulan peningkatan status Karhutla menjadi bencana nasional, ia berharap penanggulangan bencana di daerah akan semakin kuat. Dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah pusat dipastikan akan melengkapi kerja keras seluruh tim penyelamat di Kutai Kartanegara. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).

Bagikan:
Berita Rekomendasi