KATAMEDIA, SAMARINDA – Upaya penataan pasar tradisional di Kota Samarinda dinilai perlu dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan. DPRD Samarinda menilai setiap pasar sebaiknya memiliki fungsi perdagangan yang berbeda agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih tertib dan efisien.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan konsep penataan pasar tidak cukup jika hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur atau perbaikan bangunan semata. Menurutnya, pemerintah juga perlu menyusun pengelompokan jenis perdagangan di tiap kawasan pasar.
Ia menilai pembagian fungsi pasar akan membantu menciptakan pola perdagangan yang lebih jelas, sekaligus mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus mencari barang di banyak lokasi berbeda.
“Kalau menurut saya pribadi, Pasar Pagi itu bisa difokuskan untuk konveksi dan emas, sedangkan pasar basah semuanya ada di Pasar Segiri,” kata Deni, Kamis (14/05/2026).
Menurut Deni, pengelompokan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem pasar tradisional yang lebih modern namun tetap mempertahankan fungsi ekonomi kerakyatan. Dengan konsep itu, setiap pasar akan memiliki identitas dan peran yang lebih spesifik.
Ia menjelaskan, kebutuhan pokok seperti sayur, daging, ayam, dan hasil pangan lainnya dapat dipusatkan di Pasar Segiri sebagai kawasan pasar basah. Sementara Pasar Pagi dapat diarahkan menjadi pusat perdagangan sandang, konveksi, hingga perhiasan.
“Jadi masing-masing pasar punya fungsional yang jelas. Ini akan sangat bermanfaat untuk penataan ke depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Deni menilai konsep pembagian fungsi juga akan berdampak pada penataan lalu lintas, kebersihan lingkungan pasar, hingga kenyamanan pengunjung. Pemerintah kota pun dinilai akan lebih mudah menentukan fasilitas pendukung yang sesuai dengan karakter masing-masing pasar.
Ia berharap kebijakan penataan pasar tidak berhenti pada penanganan sementara pascakebakaran saja, tetapi benar-benar menjadi bagian dari rencana jangka panjang pemerintah kota dalam membangun kawasan perdagangan yang tertib, nyaman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Samarinda secara berkelanjutan. (ADV)








