KATAMEDIA, SAMARINDA – Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur mengingatkan para mahasiswa untuk lebih teliti dalam menyiapkan berkas pengajuan Beasiswa Gratispol.
Peringatan ini disampaikan langsung oleh Kabiro Kesra, Dasmiah, setelah pihaknya menemukan beberapa jenis kesalahan berulang pada pendaftaran sebelumnya.
Menurut Dasmiah, kesalahan yang paling banyak terjadi adalah penggunaan materai yang tidak sesuai aturan.
Ada mahasiswa yang mencoba menggunakan kembali materai lama, bahkan ada yang memalsukan berkas hanya untuk menghemat biaya administrasi.
Padahal, biaya materai sebenarnya sangat kecil dibandingkan nilai beasiswa yang akan diterima.
“Satu materai itu sekitar Rp10 ribu. Kalau diminta lima, ya hanya Rp50 ribu. Itu pengorbanan yang sangat kecil kalau dibandingkan beasiswa Rp5 juta, Rp7,5 juta, Rp8 juta, sampai Rp15 juta. Jadi jangan sampai justru merugikan diri sendiri hanya karena tidak membeli materai baru,” tegasnya.
Ia menambahkan, sistem kini dapat dengan mudah mendeteksi materai yang pernah dipakai atau dipalsukan. Jika ditemukan pelanggaran, berkas langsung tertolak tanpa proses lanjutan.
“Ketahuan sistem, dan itu membuat permohonan langsung gugur,” ujarnya saat menjadi moderator Kuliah Umum mengenai Gratispol di kampus UINSI Samarinda.
Selain persoalan materai, kesalahan lain yang sering muncul adalah penulisan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak sesuai. Banyak mahasiswa memasukkan angka yang salah atau tertukar, sehingga sistem menolak berkas secara otomatis.
“Salah satu angka saja bisa membuat pengajuan ditolak,” kata Dasmiah.
Ia menilai, sebagian besar kendala muncul karena mahasiswa kurang teliti dan malas mencari informasi. Padahal, panduan resmi mengenai teknis pendaftaran Beasiswa Gratispol sudah disediakan melalui berbagai kanal informasi Pemprov Kaltim.
“Jangan malas cari informasi. Ini mahasiswa, masa mahasiswa malas mencari informasi. Semua sudah dijelaskan, tinggal dibaca,” tegasnya lagi.
Menjelang pembukaan pendaftaran beasiswa periode baru, Kesra Kaltim akan meningkatkan sosialisasi dan memperkuat layanan konsultasi bagi mahasiswa yang membutuhkan pendampingan administrasi.
Pemerintah berharap, jumlah kesalahan teknis bisa berkurang dan peluang mahasiswa untuk lolos seleksi semakin besar.
Program Beasiswa Gratispol sendiri menjadi salah satu fokus Pemprov Kaltim dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses mahasiswa terhadap bantuan pembiayaan kuliah (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).







