Sarpras Pendidikan Jadi Prioritas, DPRD Samarinda Dorong Rehabilitasi Puluhan Sekolah pada 2027

ktmd - katamedia.co
Selasa, 7 Jul 2026 09:49 WITA
Ketua komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahrony Pasie/doc
Ketua komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahrony Pasie/doc

KATAMEDIA, SAMARINDA – Upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi ribuan siswa di Kota Samarinda menjadi salah satu perhatian utama Komisi IV DPRD Samarinda.

Dalam pembahasan usulan program Tahun Anggaran 2027, rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan diprioritaskan, khususnya untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan ringan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.

Kepada awak media, ketua komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie, mengungkapkan mayoritas usulan perbaikan berasal dari jenjang sekolah dasar (SD).

Menurutnya, jika jumlah SD yang lebih banyak dibandingkan sekolah menengah pertama (SMP) ini akan membuat kebutuhan rehabilitasi fasilitas juga lebih besar.

Baca juga  Ekti Imanuel Dorong Pemerintah Mahulu Tingkatkan Sinergi dengan Provinsi

“Kalau di SD lebih banyak berkaitan dengan sarana dan prasarana. Masih banyak yang perlu ditangani sehingga itu menjadi salah satu usulan prioritas,” Ungkap Novan sapaan karibnya. Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan hasil pembahasan sementara, Novan menyebutkan sekitar 35 SD diusulkan memperoleh rehabilitasi ringan. Sementara itu, sekitar 15 SMP juga masuk dalam daftar usulan perbaikan dengan fokus pada pembenahan fasilitas yang dinilai mendesak.

Adapun rehabilitasi berat hanya diprioritaskan bagi sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana.

“Rehabilitasi berat saat ini hanya untuk sekolah yang terdampak bencana, seperti SMP 2 dan SMP 5. Penanganannya sudah dalam tahap penyelesaian,” Ucap Novan.

Baca juga  Maraknya Pernikahan Siri dan Penghulu Liar, DPRD Samarinda Rencanakan Perda Baru

Selain itu, Novan menjelaskan sejumlah sekolah lain, termasuk SMP 24, belum masuk dalam program rehabilitasi berat. Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan kemampuan fiskal Pemerintah Kota Samarinda, sehingga penyusunan anggaran harus dilakukan berdasarkan skala prioritas.

Dirinya menambahkan anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan sekolah masih berada pada kisaran puluhan miliar rupiah dan belum mencapai Rp100 miliar.

“Kondisi fiskal kita memang harus benar-benar disesuaikan. Karena itu, pembenahan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan prioritas kebutuhan di masing-masing sekolah,” Jelas Novan.

Baca juga  DPRD Samarinda Tunggu SLF, Operasional Terowongan Masih Tertahan

Politisi dari partai Golkar itu berharap usulan rehabilitasi sekolah tersebut dapat masuk dalam pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027 sehingga kualitas sarana pendidikan di Kota Samarinda terus meningkat dan mampu mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik bagi para peserta didik.

“Kami berharap usulan rehabilitasi sekolah ini dapat masuk dalam pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027. Dengan perbaikan yang dilakukan secara bertahap, kualitas sarana pendidikan di Kota Samarinda dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik bagi para peserta didik,” Tutup Novan. (ADV)

Bagikan:
Berita Rekomendasi