Pembangunan RS Masuk Program JoSPol, Jaya Mualimin Targetkan Rampung Bertahap Hingga 2030

ktmd - katamedia.co
Sabtu, 15 Nov 2025 08:29 WITA
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin (ist)
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin (ist)

KATAMEDIA, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit baru di sejumlah daerah resmi masuk dalam program prioritas JoSPol, dengan target penyelesaian bertahap mulai 2026 hingga 2030.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyebut bahwa agenda pembangunan rumah sakit tidak dibatasi pada tahun 2026 karena terdapat proses teknis yang harus disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

“Untuk pembangunan rumah sakit itu masuk ke dalam program JoSPol. Mudah-mudahan tahun 2027 bisa. Targetnya sih sampai 2029 sesuai kepemimpinan Gubernur, tidak harus 2026,” ungkapnya, Sabut (15/11/2025).

Baca juga  Polemik Sidrap, DPRD Kaltim Sebut Gugatan Harus Dialamatkan ke Mendagri, Bukan Kepala Daerah

Jaya menambahkan bahwa pembangunan rumah sakit tersebut merupakan bagian dari penyediaan layanan kesehatan yang bersifat menyeluruh, tidak hanya berupa fisik bangunan tetapi juga penguatan layanan yang telah mulai diberikan kepada masyarakat. “Ini terkait dengan pelayanan kesehatan kreatif yang sudah diberikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa fokus pembangunan saat ini mencakup pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai. Menurutnya, pembangunan rumah sakit baru dan peningkatan fasilitas yang sudah ada menjadi prioritas dalam program JoSPol. “Sarana prasarana termasuk pembuatan rumah sakit menjadi target utama,” lanjutnya.

Baca juga  Sekda Kukar Ajak ASN Tingkatkan Mutu Layanan Publik

Dalam roadmap pembangunan kesehatan itu, Pemprov Kaltim menetapkan target jangka menengah hingga 2030 sebagai dasar pelaksanaan program. “Target untuk 5 tahun ini semua sampai 2030 kita adakan di Samarinda, Kubar hulu,” tambah Jaya.

Selain dua daerah tersebut, wilayah Mahakam Ulu juga dipastikan menjadi lokasi pembangunan fasilitas rumah sakit baru. Namun khusus daerah ini, pembangunannya akan didukung penuh oleh pemerintah pusat melalui alokasi APBN. “Kalau Mahulu itu dari Kemenkes pakai APBN,” ujarnya.

Baca juga  Agus Aras Tekankan Pengawasan Ketat atas Sisa Anggaran 3,6 Miliar, Harus Dikembalikan Bila Ada Kelebihan Pembayaran

Dengan adanya program pembangunan berjenjang tersebut, Pemprov Kaltim berkomitmen memperluas akses layanan kesehatan yang setara bagi masyarakat, termasuk di kawasan pedalaman. Program JoSPol diharapkan memperkuat pemerataan fasilitas medis dan meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh wilayah provinsi (FK/ADV/Diskominfo Kaltim).

Bagikan:
Berita Rekomendasi