Home › ,

Kutim Mantapkan Persiapan KMP, Ardiansyah Tegaskan Kerja Lapangan Harus Dipacu

ktmd - katamedia.co
Rabu, 26 Nov 2025 02:24 WITA

KATAMEDIA, Sangatta- Arah kebijakan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disambut cepat oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Bupati Ardiansyah Sulaiman memastikan seluruh perangkat daerah langsung bergerak setelah menerima arahan nasional, terutama dalam penyediaan lahan dan penguatan basis ekonomi warga.

Ardiansyah mengikuti rapat percepatan pembangunan KDKMP melalui pertemuan daring bersama Presiden Prabowo Subianto. Di ruang pertemuan Diskominfo Staper Kutim, ia didampingi Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, Kepala Diskop UKM Teguh Budi Santoso, Kepala Disperindag Nora Ramadani dan perwakilan DPMDes.

“Saya sudah meminta para kepala dinas untuk mulai bekerja dari titik yang bisa dikerjakan hari ini. Tidak perlu menunggu tahap berikutnya,” kata Ardiansyah.

Baca juga  RSHD Laporkan ke BK DPRD Kaltim, Darlis Sebut Silakan, Tapi Pahami Dulu Undang-Undang

Ia menyebut Kutai Timur berada di barisan daerah yang kesiapan teknisnya paling maju. Dari total 141 desa dan kelurahan definitif, puluhan titik telah memasuki fase siap bangun. Informasi yang disampaikan TNI daerah, menurutnya, menguatkan optimisme itu.

“Dari laporan yang saya terima, kesiapan lokasi kita termasuk yang paling tinggi. Itu menjadi dasar bagi kita untuk bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Saat ini, Dinas Koperasi mempercepat penyelesaian lahan tersisa agar seluruh wilayah dapat masuk dalam tahap konstruksi. Program koperasi tersebut disebut menjadi tulang punggung baru untuk mendorong ekonomi desa.

Selain pembangunan Koperasi Merah Putih, Pemkab Kutim juga menyiapkan beberapa skema pendukung penguatan UMKM. Salah satu yang disoroti Ardiansyah adalah Banksus Desa, yakni dukungan berbasis RT yang tidak hanya menggerakkan ekonomi, melainkan juga ditujukan untuk menahan ledakan masalah sosial.

Baca juga  Pemkab Kutim Tingkatkan Lingkungan Pendidikan dan Kesehatan untuk Anak

“Kita ingin warga di tingkat RT punya sumber yang dapat digunakan untuk kegiatan ekonomi sekaligus sebagai bantalan apabila ada persoalan sosial,” kata Bupati.

Pemerintah sebelumnya telah mengalokasikan Rp50 juta per RT untuk infrastruktur. Tahun ini ditambahkan anggaran agar kegiatan ekonomi kreatif warga semakin masif. Ia menargetkan dalam tiga tahun ada kenaikan signifikan pada produktivitas keluarga.

Dalam sektor perdagangan, Ardiansyah memberi perhatian khusus pada akurasi data komoditas ekspor. Selama ini, barang yang dikirim dari Kutim sering tercatat berasal dari daerah lain karena tidak dihimpun secara sistematis oleh pemerintah daerah.

Baca juga  BSSN Dorong Pemahaman Trias CIA pada Aparatur CSIRT Kutai Timur

“Volume yang keluar dari kita sering tidak sesuai dengan angka yang tercatat. Itu terjadi karena data kita tidak terbangun,” ucapnya.

Ia menugaskan Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan pendataan komoditas ekspor secara menyeluruh agar nilai ekonomi Kutim tercatat sebagaimana mestinya.

Ardiansyah menambahkan, percepatan Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari mandat nasional untuk menghidupkan kembali ribuan Koperasi Unit Desa di seluruh Indonesia.

Dengan 141 desa dan kelurahan definitif serta 15 desa persiapan, Kutai Timur menargetkan seluruhnya bisa memiliki koperasi yang berfungsi sebagai pusat ekonomi rakyat di tingkat akar rumput. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi