Jospol Menjadi Peta Ekonomi Baru Benua Etam

ktmd - katamedia.co
Selasa, 18 Nov 2025 09:54 WITA
Analis Kebijakan Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi.
Analis Kebijakan Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi.

KATAMEDIA, SAMARINDA – Di tengah perubahan besar menuju ekonomi digital, Kalimantan Timur (Kaltim) terus berbenah dengan mempersiapkan generasi penerus dalam menghadapi arus perkembangan ke depan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggerakkan pelatihan konten digital, kali ini di SMA Negeri 16 Samarinda, yang menyasar 50 pemuda sebagai calon motor kreatif Benua Etam di masa depan.

Pelatihan dirancang bukan sekadar mengajarkan cara membuat konten, tetapi membentuk pola pikir baru: bahwa kreativitas dapat menjadi sumber penghidupan, peluang kerja, bahkan kekuatan ekonomi baru.

“Pemuda sekarang tidak hanya butuh pintar, tapi juga adaptif dan mampu membaca arah teknologi. Itu yang kami siapkan,” kata Analis Kebijakan Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi.

Baca juga  Investor Lirik Energi Terbarukan, Wagub Seno Ungkap Tiga Pengembang Berebut

Ia menjelaskan, pelatihan ini sejalan dengan arah kebijakan Jospol—agenda besar pembangunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas, inovasi, dan teknologi.

Pemerintah Benua Etam tentunya sangat ingin memastikan pemuda Kaltim tidak hanya menjadi penonton perkembangan digital, tapi ikut menjadi pemain dan berprestasi.

Semua pelatihan juga digelar gratis, mencerminkan semangat Gratispol yang meniadakan hambatan biaya bagi siapa pun yang ingin belajar.

“Kami ingin peluang ini terbuka untuk semua. Tidak ada ceritanya anak muda ingin berkembang tetapi terhalang ekonomi,” tambahnya.

Baca juga  Kutim Tingkatkan Bukti Dukung dan Kolaborasi Menuju KLA Lebih Baik

Komitmen pemerataan ini bukan sekadar narasi. Dispora Kaltim bahkan telah membawa pelatihan hingga pedalaman Mahakam Ulu (Mahulu).

Respon masyarakat setempat sangat menyentuh—menandakan bahwa akses keterampilan digital masih menjadi kebutuhan mendesak di daerah terpencil.

“Air mata sampai di teteskan kepala suku setempat. Mereka merasa baru pertama kali mendapat pelatihan yang membuka cakrawala pemuda mereka,” cerita Rusmulyadi.

Dispora justru melihat potensi besar di wilayah-wilayah seperti Mahulu. Dengan karakter lokal yang kuat dan budaya yang unik, konten digital dari pedalaman berpeluang memiliki daya tarik tinggi di ranah nasional hingga internasional.

Baca juga  Strategi Dispar Kukar dalam Mendorong Ekonomi Melalui Pariwisata

“Bisa saja nanti kreator besar masa depan berasal dari Mahulu, membawa budaya Kaltim ke dunia. Kreativitas itu tidak dibatasi lokasi,” ujarnya optimistis.

Pelatihan ini juga menjadi penanda bahwa target tahunan Dispora untuk melibatkan 2.300 pemuda dalam berbagai program pengembangan telah tuntas.

Pemprov Kaltim berharap, semakin banyak anak muda yang menguasai literasi digital, semakin kuat pula benteng Kaltim terhadap disinformasi dan konten negatif.

Rusmulyadi menambahkan, pemerintah juga memiliki platform talent.gosepakat.id  dimana agar masyarakat luas yang ingin mengetahui data lengkap penerima pelatihan dan progres pembinaan pemuda bisa diakses langsung (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).

Bagikan:
Berita Rekomendasi