KATAMEDIA, Samarinda – Program Internet Gratis Desa yang diusung Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memasuki fase penyelesaian, dengan beberapa kabupaten mencatat capaian hampir 100 persen. Melalui dukungan Jaminan Sosial dan Pembangunan Lokal (Jospol), Pemprov Kaltim optimistis seluruh desa akan terhubung pada 2025 sebagai bagian dari strategi mewujudkan “Kaltim Generasi Emas”.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan bahwa hingga 10 November, total 672 desa telah terpasang layanan internet, atau 80 persen dari keseluruhan target. Pencapaian ini dinilai sebagai salah satu progres tercepat sejak program dimulai.
Beberapa wilayah menunjukkan capaian luar biasa dan mendekati 100 persen konektivitas. Diantaranya:
Penajam Paser Utara (PPU) sudah terhubung 29 dari 30 desa. Dengan satu desa yang kini memasuki tahap akhir penyiapan perangkat, PPU diprediksi menjadi kabupaten pertama yang mencapai realisasi penuh.
Berau mencapai 96 dari 100 desa, dengan empat desa tersisa yang segera dijadwalkan untuk pemasangan perangkat tambahan oleh penyedia layanan berbasis satelit.
Kutai Kartanegara (Kukar) telah terpasang 187 dari 193 desa, dan enam desa sisanya kini berada dalam daftar prioritas pemasangan cepat.
Kutai Timur (Kutim) menyelesaikan pemasangan di 135 dari 139 desa. Wilayah yang tersisa merupakan desa dengan kondisi geografis paling menantang.
Secara umum, empat daerah besar kini berada di atas 90 persen, menandakan percepatan signifikan untuk menyelesaikan target akhir. Pemasangan internet dilakukan melalui kolaborasi tujuh penyedia layanan internet (ISP).
Teknologi berbasis satelit seperti Starlink (oleh Telkomsat dan Bestcamp) serta I-Win menjadi kunci dalam menyasar desa-desa yang sulit dijangkau jaringan fiber optik. Rincian capaian pemasangan berdasarkan ISP:
Telkom (WMS): 147 desa, Telkomsel (Indihome): 152 desa, Telkomsel (Orbit): 131 desa, Teckomsat (Starlink): 78 desa, Bestcamp (Starlink): 32 desa, Commlitende (WMS): 84 desa, I-Connect (I-Win): 48 desa. Total sementara mencapai 672 desa yang telah aktif.
Diskominfo Kaltim juga memastikan percepatan masih berjalan. Dalam dua pekan terakhir, ada tambahan 14 desa yang berhasil dipasang, masing-masing:
6 desa di Kutai Kartanegara, 2 desa di Kutai Timur, 6 desa di Paser. Tambahan ini diproyeksikan meningkat drastis pada akhir tahun seiring percepatan pengadaan perangkat dan sinergi dengan pemerintah kabupaten.
Pemprov Kaltim menegaskan bahwa konektivitas internet bukan hanya bagian dari pemerataan layanan, tetapi sarana strategis untuk membuka akses informasi, literasi digital, pendidikan berbasis teknologi, dan pertumbuhan ekonomi desa.
“Kami semakin dekat menuju capaian 100 persen. Ini bukan lagi rencana, tapi tahapan nyata yang sedang berjalan,” ujar Faisal.
Dengan capaian mendekati tuntas di sejumlah daerah, Pemprov Kaltim optimistis 2025 akan menjadi tahun terwujudnya konektivitas desa secara penuh di seluruh wilayah Kaltim (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).






