Olahan Ikan Kukar Ganiya Bogatama Unjuk Gigi di MIF 2026, Pemkab Kukar Dukung UMKM Naik Kelas

ktmd - katamedia.co
Rabu, 21 Okt 2026 04:43 WITA
Produk PT Ganiya Bogatama yang ada di acara MIF 2026, Rabu (21/10/2026). (katamedia.co)
Produk PT Ganiya Bogatama yang ada di acara MIF 2026, Rabu (21/10/2026). (katamedia.co)

KATAMEDIA, KUKAR – Produk olahan ikan asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) buatan PT Ganiya Bogatama sukses mencuri perhatian publik dalam ajang Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 yang digelar di Hotel Fugo, Samarinda, Rabu (21/10/2026).

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal tersebut berhasil membuktikan kualitasnya hingga mampu menembus pasar internasional melalui kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) ke Negara Kamerun.

CEO PT Ganiya Bogatama, Hanna S. Rahayu, mengungkapkan bahwa kesepakatan bernilai fantastis tersebut dicapai untuk jangka waktu tiga tahun dengan estimasi pengiriman sekitar 13 kontainer abon ikan.

Hanna mengatakan bahwa komunikasi dengan pembeli dari Kamerun berawal dari Trade Expo Indonesia tahun lalu yang memakan proses panjang.

Baca juga  Pemkab Kukar Perluas Akses Pemasaran UMKM Lewat Arbizz Space dan KukarGo

“Prosesnya tidak instan, butuh waktu satu tahun membangun kepercayaan dan perizinan hingga akhirnya penandatanganan MoU di TEI berikutnya. Nilainya USD 800 ribu untuk jangka tiga tahun dengan pengiriman lebih dari 13 kontainer abon ikan,” kata Hanna, Rabu (21/10/2026).

Hanna menceritakan bisnisnya dirintis sejak akhir 2020 di tengah masa pandemi COVID-19. Bermula dari inovasi mengolah ikan tanpa tulang untuk keluarga, kini lini produknya mencakup abon tiga jenis ikan di antaranya ikan gabus dan nila, hingga biskuit ikan untuk program penanganan stunting yang digagas posyandu.

Sebelum menembus pasar Kamerun, produk Ganiya Bogatama telah diekspor ke Malaysia, Oman, Australia, hingga Kazakhstan. Mengingat kondisi ekonomi pasar lokal yang sedang melambat, Hanna memilih untuk memperkuat fokus penetrasi pasar ekspor.

Baca juga  Tak Sekadar Dibangun Ulang, Pemkab Kukar Siapkan Penataan Pemukiman Pascakebakaran yang Layak, Sehat, dan Mampu Cegah Bencana Berulang

“Dalam MoU dengan Kamerun, kami juga bakal melakukan alih teknologi. Ke depan saya bekerja sama dengan buyer untuk membuka pabrik manufaktur di Kamerun,” terangnya.

Kehadiran produk ekspor unggulan ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kukar, Muhammad Iriyanto, yang hadir dalam MIF 2026 mengaitkan keberhasilan ekspor ini sebagai bukti besarnya potensi daerah yang dilirik investor luar negeri.

Iriyanto menegaskan, selain sektor olahan pangan UMKM, Pemkab Kukar kini tengah mematangkan tiga proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) unggulan daerah agar siap ditawarkan secara one-on-one kepada investor pada tahun mendatang.

Baca juga  Deni Hakim Anwar Dukung BRT Samarinda 2027, Anggaran Pusat Masuk Tahap Finalisasi

“Saat ini kita juga sedang mematangkan tiga gagsan IPRO, yaitu pengelolaan pasir kuarsa, industri rumput laut, dan revitalisasi kawasan wisata Pulau Kumala. Semoga tahun depan bisa aktif kita tawarkan kepada para investor,” ungkap Iriyanto.

Sebelumnya, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin hadir menyaksikan secara langsung prosesi penandatanganan kerja sama tersebut pada ajang 41st Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

“Kita berharap ini menjadi titik awal bagi UMKM di Kukar untuk naik kelas dan mampu menjangkau pasar internasional. Tahun depan kita kurasi lebih banyak lagi produk lokal agar punya peluang go international,” ungkap Aulia. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).

Bagikan:
Berita Rekomendasi