Edit Content

Distribusi Perdana Seragam Gratis Gratispol Diperkirakan Meluas, 7.500 Paket Sudah Bergerak di Dua Kota Besar

ktmd - katamedia.co
Selasa, 9 Des 2025 08:40 WITA
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Rahmat Ramadhan.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Rahmat Ramadhan.

KATAMEDIA, SAMARINDA –  Program unggulan pendidikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Gratispol, mulai memasuki fase distribusi awal yang diprediksi akan semakin masif dalam beberapa pekan mendatang.

Ribuan siswa baru SMA/SMK sederajat di Kaltim kini tengah menantikan realisasi bantuan seragam gratis yang digulirkan sebagai bagian dari komitmen pemerintah mengurangi beban biaya pendidikan.

Pada tahap awal, sekitar 7.500 seragam telah dipersiapkan dan mulai disalurkan ke sekolah-sekolah di Samarinda dan Balikpapan. Dua kota tersebut diperkirakan menjadi wilayah pertama yang menerima manfaat secara penuh mengingat tingginya jumlah peserta didik baru serta kemudahan akses distribusi.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Rahmat Ramadhan, memperkirakan bahwa alur distribusi akan terus bergerak secara bertahap sembari menuntaskan kekurangan yang masih tersisa.

Baca juga  Agus Aras Tekankan Pengawasan Ketat atas Sisa Anggaran 3,6 Miliar, Harus Dikembalikan Bila Ada Kelebihan Pembayaran

Menurutnya, tiga hingga empat hari terakhir telah menunjukkan peningkatan penyaluran yang cukup signifikan.

“Jumlah awal yang bergerak itu sekitar 7.500 paket. Kita mulai dari Samarinda dan Balikpapan dulu karena alokasi siswa di sana besar dan distribusinya lebih memungkinkan. Setelah itu baru bergeser ke kabupaten dan kota lainnya,” ujarnya dalam penjelasan terbarunya.

Rahmat menegaskan bahwa sekolah negeri maupun swasta di kedua kota tersebut mendapatkan porsi yang sama. Pemerataan, katanya, menjadi prinsip utama agar seluruh siswa baru dapat menerima manfaat tanpa terkecuali.

Baca juga  Pembangunan RS Masuk Program JoSPol, Jaya Mualimin Targetkan Rampung Bertahap Hingga 2030

Pemprov Kaltim sendiri diperkirakan masih menghadapi beberapa dinamika teknis dalam penyelesaian distribusi. Rahmat mengakui ada sedikit kekurangan yang harus dirampungkan, terutama akibat proses pengadaan yang melewati sejumlah tahapan panjang.

Kendala itu mencakup pergeseran anggaran, proses lelang bertahap, hingga standar teknis pakaian yang memerlukan pengawasan mutu khusus.

“Karena seragam ini sifatnya spesifik, kualitas harus dijamin. Jadi lelangnya pun perlu proses,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengadaan tahun ini masih melibatkan produsen dari luar Kaltim karena menggunakan anggaran yang telah dirancang sejak tahun sebelumnya.

Namun untuk pengadaan ke depan, Disdikbud Kaltim memproyeksikan keterlibatan penuh penjahit lokal agar manfaat program juga dirasakan pelaku usaha daerah.

Baca juga  Realisasi RTLH 2025 Hampir Tuntas, Bantuan Naik di 2026 namun Volume Terancam Menyusut

“Rencana tahun berikutnya kita pakai penjahit dari lokal. Tapi tentu harus memenuhi standar spesifikasi agar kualitasnya tetap sama,” tambahnya.

Program Gratispol sendiri diperkirakan akan berlanjut sebagai program tahunan untuk seluruh siswa baru.

Pemerintah optimistis bantuan seragam ini tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga memperkuat pemerataan akses pendidikan di seluruh Kaltim.

Dengan distribusi yang mulai berjalan dan penjadwalan yang terus dibenahi, ribuan paket seragam diprediksi akan menjangkau lebih banyak daerah dalam waktu dekat, menandai percepatan realisasi salah satu program pendidikan terbesar di era pemerintahan saat ini (Fr/ADV/Diskominfo Kaltim).

Bagikan:
Berita Rekomendasi